Pontianak Today – Menjelang senja, kawasan Jalan Letkol Sugiono, Pontianak, mulai dipadati warga yang berburu durian. Bahkan, sebagian pembeli rela datang lebih awal sebelum mobil pengangkut tiba demi mendapatkan durian favorit di lapak Jemongko yang telah berjualan selama lima tahun.
“Kawasan ini memang sudah disediakan untuk UMKM. Harapannya kalau di sini ramai, tempat ini hidup, dan bisa berdampak juga ke usaha lain di sekitar,” jelas Ditya, Penjual Durian Jemongko, Jumat, 26 Juni 2026.
Ditya bilang, lokasi yang nyaman, tertata, dan rindang menjadi alasan utama berjualan di kawasan tersebut, karena durian lebih nikmat disantap di ruang terbuka.
“Durian itu lebih enak di outdoor. Wanginya juga lebih lepas, orang bisa santai,” tambahnya.
Selama lima tahun berjualan, Ditya melihat mayoritas pembeli di Pontianak menyukai durian dengan rasa manis-legit, sedikit pahit, bertekstur lembut, dan tidak terlalu basah. Meski begitu, ia mengatakan banyak pembeli masih menjadikan warna daging durian sebagai acuan, meski tidak selalu mencerminkan cita rasanya.
“Orang biasanya pengennya kuning. Padahal durian Jemongko ini tumbuh alami, warnanya bisa kuning, krem, bahkan putih. Yang krem juga bisa legit,” ujarnya.
Keramaian sore itu juga dirasakan Gustina, salah satu pengunjung yang baru pertama kali mencoba durian Jemongko di lokasi tersebut. Ia datang bersama teman dan tertarik mencicipi durian yang dijual di sana.
“Enak, dagingnya tebal,” ujarnya singkat.
Meski baru pertama kali membeli, Gustina tampak antusias mengikuti suasana jual beli yang ramai. Kehadiran pembeli yang datang silih berganti menunjukkan lapak durian Jemongko tetap menjadi tujuan warga, terutama saat musim durian tiba.
Penulis: Denys Rahma Santoso




