Pontianak Today – Pusat Kuliner Serdam yang berada di kawasan Jalan Sungai Raya Dalam (Serdam), Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, masih menjadi salah satu destinasi kuliner malam bagi masyarakat. Kawasan yang diresmikan sebagai Pusat Kuliner Kalimantan Barat pada Desember 2025 itu menampung banyak stan UMKM dengan beragam pilihan makanan dan minuman sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha lokal.
Salah seorang pedagang, Sella, mengatakan pengunjung masih cukup ramai datang ke Pusat Kuliner Serdam, terutama saat malam Minggu. Sementara pada hari biasa, keramaian mulai terlihat sekitar pukul 21.00 WIB.
“Kalau malam Minggu lumayan ramai. Kalau hari biasa biasanya mulai ramai sekitar jam sembilan malam ke atas,” ujar Sella.
Menurut Sella, kondisi saat ini memang berbeda dibandingkan ketika kawasan kuliner tersebut pertama kali diresmikan pada akhir tahun lalu. “Waktu awal buka memang lebih ramai dari sekarang. Sekarang masih ada pengunjung, cuma memang tidak seramai dulu,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ridho, salah seorang pengunjung yang mengaku beberapa kali datang ke Pusat Kuliner Serdam sepulang kuliah. Menurutnya, kawasan tersebut masih menjadi pilihan untuk mencari makan pada malam hari karena suasananya masih cukup ramai.
“Biasanya saya ke sini malam habis pulang kuliah. Menjelang tengah malam masih lumayan ramai. Kalau pas magrib memang belum terlalu ramai karena orang-orang masih salat,” ungkap Ridho.
Meski begitu, Ridho menilai jumlah pengunjung saat ini memang tidak sebanyak ketika pusat kuliner tersebut baru diresmikan. “Kalau dibanding waktu awal buka memang ramai banget dulu. Sekarang masih ramai, tapi memang tidak seramai waktu pertama dibuka,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan Hi!Pontianak, sejumlah stan di Pusat Kuliner Serdam mulai beroperasi sekitar pukul 17.00 WIB dan tetap melayani pembeli hingga malam. Pengunjung tampak datang secara bergantian menikmati beragam makanan dan minuman yang dijual, sehingga kawasan tersebut masih menjadi salah satu destinasi kuliner malam bagi masyarakat di Kubu Raya maupun Kota Pontianak.
Penulis: Windy Gabriel




