Saturday, August 1, 2026
spot_img

Lewat ARTSA 2026, Tembokpedia Pontianak Ajak Masyarakat Berkarya Tanpa Batas

Pontianak Today – Komunitas Tembokpedia Pontianak bersama Iyale Kalbar menggelar kegiatan Hari Mewarnai ARTSA (Aksi Rupa Teman Setara) 2026 di Maktab Tuli As-Sami, Gang Alpokat Permai, Kecamatan Pontianak Barat, Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB ini merupakan hasil kolaborasi Colorful Care Movement dengan sejumlah komunitas yang selama ini fokus pada isu pendidikan dan kesetaraan.

Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengecat dan mewarnai mural di dinding Maktab Tuli As-Sami dengan sketsa bertema edukasi dan inklusi yang sebagian besar dibuat oleh teman-teman komunitas sendiri. Selain mengecat, peserta juga diajak belajar bahasa isyarat dasar sebagai bagian dari upaya mendekatkan mereka dengan komunitas penyandang tuli setempat.

Koordinator Tembokpedia Pontianak dan Iyale Kalbar, Kristina, menjelaskan ARTSA merupakan singkatan dari Aksi Rupa Teman Setara yang mengangkat semangat inklusi dalam berkesenian. Menurutnya siapa pun berhak turut serta menyalurkan ekspresi seni tanpa memandang latar belakang.

“ARSA tuh kan aksi rupa teman setara. Jadi emang ya mengangkat tema inklusi lah ya, setara lah kita. Siapapun bisa melakukan seni ini,” ujarnya.

Kristina menyebut kegiatan mengecat tembok atau mural ini sudah kedelapan atau kesembilan kalinya digelar sejak Tembokpedia Pontianak berdiri pada 2019. Namun ARTSA 2026 menjadi yang pertama kali mengusung tema inklusi, setelah sebelumnya kegiatan serupa lebih banyak menyasar isu lingkungan dan pendidikan secara umum.

Kristina menuturkan Tembokpedia Pontianak dan Iyale Kalbar sebenarnya digerakkan oleh orang-orang yang sama, hanya saja Tembokpedia berfokus pada mural di ruang publik sementara Iyale Kalbar lebih banyak turun ke sekolah-sekolah lewat program ekspedisi. Ia menambahkan pesan moral dan edukasi selalu menjadi benang merah dalam setiap karya yang dihasilkan komunitas ini.

“Kalo kami tuh emang penyampaian kami tuh melalui pesan moral gitu. Pesan moral dalam lukisan, edukasi,” jelasnya.

Soal keberlanjutan program, Kristina mengaku komunitas ini tidak memiliki struktur kepengurusan tetap dan berjalan dengan sistem berbasis proyek sesuai kesediaan anggota. Meski begitu, ia berharap kegiatan seperti ARTSA dapat terus berlangsung setiap tahun.

“Harapan kedepannya tuh masih tetap ada ya. Sistem by project, siapa yang sempat. Semoga kedepan-kedepannya masih ada,” pungkasnya.

Penulis: Raihan Septian

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular