Pontianak Today – Belakangan ini, konten kreator Azkiave menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namanya menuai sorotan setelah mengampanyekan narasi nikah muda, termasuk keputusannya menikah di usia 19 tahun yang kerap ia bagikan kepada para pengikutnya.
Polemik semakin meluas ketika Azkiave menyebut pendidikan tinggi, khususnya kuliah, sebagai sebuah “scam”. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pembentukan komunitas bernama “Jeda Sekolah”, yang menurutnya bertujuan memberi ruang bagi anak muda untuk berhenti sejenak dari pendidikan formal dan mengeksplorasi pilihan hidup lain.
Namun, langkah tersebut justru memicu kritik dari sejumlah warganet. Banyak pihak menilai narasi yang dibangun berpotensi menormalisasi penundaan pendidikan formal di kalangan remaja dan generasi muda. Tak sedikit pula yang khawatir konsep tersebut dapat disalahartikan sebagai pembenaran untuk meninggalkan sekolah tanpa perencanaan yang matang.
Salah satu kritik yang ramai disorot datang dari netizen yang mempertanyakan kesesuaian pesan Azkiave dengan citra yang selama ini ia bangun sebagai sosok “wanita cerdas dan berdaya”. Menurut mereka, narasi nikah muda dan wacana menjeda pendidikan justru berisiko memberi pengaruh negatif, terutama bagi pengikutnya yang masih berada dalam fase pencarian jati diri.
Hingga kini, perdebatan mengenai nikah muda, pendidikan formal, dan konsep “jeda sekolah” masih terus bergulir di ruang digital. Pro dan kontra yang muncul mencerminkan perbedaan pandangan masyarakat terkait makna kesuksesan, kemandirian, serta peran pendidikan dalam membentuk masa depan generasi muda.




