Pontianak Today – Di balik lagu-lagu Mandarin yang mengisi momen-momen penting pasangan pengantin dan acara kota, ada sosok wanita muda dari Pontianak yang pelan tapi pasti menancapkan namanya, Yenyen Zhang. Dari panggung lomba anak-anak hingga undangan resmi di berbagai kota, kehadirannya membuktikan bahwa suara, disiplin, dan konsistensi bisa membuka jalan lebih jauh daripada sekadar bakat.
Yenyen Zhang sudah mulai bernyanyi sejak kecil, sekitar usia 4 atau 5 tahun. Ketertarikannya pada lagu-lagu Mandarin berawal dari kebiasaan sang ayah yang gemar menyanyikan lagu berbahasa Mandarin, lalu berkembang menjadi fokus utama dalam perjalanan kariernya. Sejak usia tujuh tahun, ia mulai tampil membawakan lagu Mandarin dalam berbagai event lomba di Pontianak, yang perlahan membentuk kepercayaan dirinya di atas panggung.
Sejak itu, Yenyen kerap diundang sebagai guest star dalam berbagai acara seperti wedding, corporate event, dan special occasion di sejumlah kota. Dari panggung kecil hingga panggung profesional, ia harus terus menyesuaikan diri dengan tuntutan penampilan yang semakin tinggi, mulai dari latihan vokal, penguasaan repertoar, hingga proses produksi konten dan rekaman.
“Selain wajib mempunyai skill vokal yang mantap dan berkarakter, sebagai penyanyi mandarin juga wajib menguasai lagu-lagu Mandarin ter-update dan bisa berbahasa Mandarin,” ucapnya.
Kemampuan itu menjadi modal penting agar ia tetap relevan di tengah pasar yang dinamis. Menjelang agenda tampil, Yenyen menjaga kualitas suara dan menyiapkan setlist dengan cermat, termasuk saat harus membawakan lagu request dari pasangan pengantin seperti 五十年以后 ‘Wu Shi Nian Yi Hou’ atau ’50 tahun kemudian,’ yang dikenal memiliki makna kuat tentang kebersamaan dan harapan hidup bersama selamanya.
Di luar panggung, Yenyen juga aktif membangun personal branding lewat konten yang diunggah konsisten di media sosial. Ia tak hanya bernyanyi, tetapi juga merilis karya lagu Mandarin, melakukan recording, shooting, editing, serta menjalankan bisnis salon kecantikan ‘Akhim 2 Hair & Beauty Salon’ di Pontianak. Semua itu memperkuat citranya sebagai entertainer yang tak hanya bertumpu pada suara, tetapi juga pada kerja kreatif yang berkelanjutan.
Yenyen melihat peluang besar bagi penyanyi Mandarin di Indonesia karena pasar untuk lagu-lagu Mandarin dinilai cukup besar dan tetap diminati. Ia percaya, kekuatan personal branding dan karakter yang kuat menjadi kunci agar seorang penyanyi lebih mudah diperhatikan pasar. Bagi penyanyi muda, pesannya tetap sama yaitu disiplin, konsisten, dan terus membangun ciri khas agar kerja keras punya hasil yang nyata.
Penulis: Alia Aqila Putri




