Monday, July 20, 2026
spot_img

Dari Iseng Main TikTok hingga Jadi Talent Brand, Ini Perjalanan Jwivania

Pontianak Today – Bagi Jwivania, menjadi konten kreator lebih dari sekadar hobi atau pekerjaan sampingan. Talent asal Pontianak ini menapaki dunia konten dengan langkah percaya diri, bekerja sama dengan beberapa UMKM dan brand lokal, sambil membangun citra personal di ranah fashion dan lifestyle.

Perjalanan Jwivania ke dunia konten dimulai saat pandemi COVID-19. Awalnya dia iseng membuat video TikTok karena banyak waktu di rumah, meski sempat menganggap platform itu ‘agak alay’. Kesempatan pertama bekerja dengan sebuah brand rambut palsu di Pontianak kemudian menjadi titik balik yang menumbuhkan kepercayaan dirinya. Sejak sekitar 2023, ia mulai menyusun strategi personal branding yang lebih serius, memfokuskan diri pada estetika, styling, dan konsistensi konten.

Bagi sebagian orang, kata ‘baddie’ identik dengan makeup tebal, outfit mencolok, dan sikap sedikit provokatif. Namun versi Jwivania memaknai ‘baddie’ secara lebih luas yaitu perempuan yang percaya diri, berani jadi dirinya sendiri, dan nyaman dengan pilihan gayanya. Baginya, menjadi baddie bukan soal meniru tren, melainkan mengekspresikan karakter dan menghormati konteks sosial di sekitarnya.

Perbedaan yang ia rasakan ketika beralih dari pembuat konten amatir ke talent profesional cukup nyata. Di awal, proses berkarya serba terbatas dengan alat sederhana dan pengambilan gambar seadanya, tetapi didukung semangat eksperimen dan kedekatan komunitas lokal. Ketika mulai bekerja sama dengan brand, pendekatannya menjadi lebih sistematis yaitu perencanaan konsep, detail wardrobe, timing posting, hingga evaluasi performa konten untuk mengukur dampak.

Sebagai creator dari Pontianak, nuansa lokal sering muncul dalam karyanya. Lokasi syuting, kuliner, tempat nongkrong, sampai ungkapan keseharian kerap ia masukkan untuk menjaga keautentikan. Menurut Jwivania, itu sekaligus membuktikan bahwa gaya dan kreativitas tidak hanya lahir dari pusat kota besar.

“Ke depannya aku berharap bisa punya kesempatan bekerja sama dengan lebih banyak brand fashion, khususnya brand lokal Indonesia,” ucapnya.

Pesan lain yang ingin dia sampaikan kepada kreator muda di daerah “Yang paling penting adalah percaya diri. Di Pontianak mungkin masih ada yang suka memandang orang dari cara berpakaian, tapi selama kita tahu tempat, tahu situasi, dan tetap menghargai orang lain, nggak ada salahnya tampil sesuai karakter kita.”

Kritik dan komentar negatif pernah datang, bahkan secara langsung. Tetapi Jwivania memilih untuk menjadikannya pelajaran. Ia menyeleksi masukan, menerima yang membangun, mengabaikan yang semata negatif. Prinsipnya sederhana, terus berkarya selama tidak merugikan orang lain dan tetap menjadi versi terbaik diri sendiri.

Kini Jwivania sedang mengembangkan konten fashion selain beauty, mencari peluang kolaborasi yang lebih luas, dan mengasah kemampuan branding. Langkahnya menunjukkan bahwa keberanian tampil beda, ketekunan, dan rasa nyaman pada identitas sendiri. Bahkan ketika menolak stereotip tentang apa itu ‘baddie’. mampu membuka jalan untuk kesempatan yang lebih besar dan mengangkat nama Pontianak dalam peta kreator digital.

Penulis: Alia Aqila Putri

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular