Thursday, May 21, 2026
spot_img

Tjahaya Kopitiam, Kopitiam di Pontianak yang Produksi Bubuk Kopi Sendiri

Pontianak Today – Tjahaya Kopi Tiam menjadi salah satu kopi tiam yang baru saja beroperasi di Kota Pontianak pada Selasa (27/2/24) lalu. Kedai kopi yang satu ini turut mengikuti arus menjamurnya kopi tiam di kota dengan julukan 1001 warung kopi.

Terletak di Jalan Sulawesi No. 22 A, Akcaya, Pontianak Selatan, Tjahaya Kopi Tiam memproduksi bubuk kopi secara mandiri dengan menggunakan biji kopi murni Robusta Arjuno yang berasal dari lereng Gunung Arjuno, Malang.

Bambang selaku pemilik sekaligus pengelola menerangkan bahwa semula dirinya memang lebih dulu terjun sebagai produsen bubuk kopi di Kota Pontianak. Akhirnya pria asal Malang ini mencoba peruntungan untuk tidak sekadar menjual bubuk kopi melainkan ikut menjual hasil seduhannya.

Adapun terdapat dua sajian signature dari Tjahaya Kopi Tiam dijelaskan Bambang yang paling dicari oleh pengunjung: Es Kopi Susu Cai dan Teh Tarik Panas. Sebutan ‘Cai’ sendiri digambarkan sebagai sapaan untuk sesama teman.

“Signature itu cenderung es kopi susu cai dan untuk non kopinya ada teh tarik panas, dua itu sementara paling banyak dicari oleh pembeli,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan bahwa pemilihan tempat bisa disebut menguntungkan. Selain memanfaatkan halaman depan rumah miliknya, lokasi Tjahya Kopi Tiam juga dekat dengan perkantoran dengan jalan yang sangat mudah diakses.

“Kebetulan daerah Jalan Sulawesi ini perkopian sudah mulai berkembang dan jalannya sudah banyak dilalui orang, kebetulan karena rumah sendiri jadi saya rombak dan buka Tjahaya Kopi Tiam. Pagi itu segmen pasarnya itu lebih ke orang kantor, sore ke malam baru anak-anak muda,” jelas Bambang.

Menggaet semua kalangan, Tjahaya Kopi Tiam tidak hanya menyajikan minuman saja, melainkan dimsum hingga makanan berat dengan harga yang terjangkau. Apabila ada pengunjung yang tertarik membeli bubuk kopi Tjahaya hasil produksi sendiri, pihaknya juga menjual dengan beragam ukuran dan harga.

“Kami jual bubuknya juga, ada yang 200 gram seharga Rp 22 ribu, 500 gram Rp 50 ribu hingga 1 kilogram seharga Rp 95 ribu,” tutupnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular