Pontianak Today – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Paloh sejak awal tahun 2026 menyebabkan banjir di sejumlah titik. Dampaknya, lahan pertanian warga di Desa Temajuk dan Teluk Limau Manis terendam air, sehingga mengancam hasil panen petani.
Sebagaimana dalam video yang beredar di media sosial disebutkan sedikitnya sekitar 150 ribu batang tanaman cabai milik warga dilaporkan terendam banjir. Kondisi tersebut membuat petani khawatir akan terjadinya gagal panen apabila genangan air tidak segera surut.
Selain lahan pertanian, banjir juga merendam ruas jalan penghubung dari Desa Temajuk menuju Dermaga Ceremai Paloh. Genangan air di badan jalan mengganggu aktivitas dan mobilitas warga. Banjir di wilayah Kecamatan Paloh ini dilaporkan terjadi pada Sabtu, 4 Januari 2026.




