Pontianak Today – Tak hanya Mekkah dan Madinah sebagai situs bersejarah Islam di Arab Saudi, terdapat pula situs kuno lainnya di negara tersebut yang perlu diketahui oleh umat Islam. Tempat itu ialah Madain Saleh.
Berbeda dengan Mekkah dan Madinah yang dikenal sebagai Tanah Suci umat Muslim, Madain Saleh dianggap sebagai tempat terkutuk dan dijauhi oleh Nabi Muhammad SAW.
Madain Saleh merupakan kota kuno di Arab Saudi yang sudah berusia lebih dari 2000 tahun. Terletak sekitar 400km dari Madinah, Madain Saleh merupakan daerah terkutuk karena berkaitan dengan kisah kaum Tsamud.
Menurut riwayat terdahulu, Nabi Muhammad SAW menghindari kota tersebut dengan mempercepat langkahnya saat melewatinya dan bahkan tidak mau minum dari daerah itu.
“Janganlah kalian memasuki daerah umat yang diazab itu kecuali sambil menangis. Jika kalian tidak bisa menangis, jangan memasuki daerah mereka. Jangan sampai azab yang menimpa mereka, menimpa kalian,” (HR. Bukhari).
Ternyata Madain Saleh merupakan suatu tempat di mana diturunkannya azab oleh Allah SWT kepada kaum kafir yang menolak ajaran Nabi Saleh AS. Kaum Tsamud diceritakan diterjang oleh gempa bumi dan sambaran petir sebagai hukuman dari Allah karena mereka menyembah berhala dan tidak mau mengikuti ajaran Nabi Saleh.
Pada zaman itu, kaum Tsamud adalah kaum Nabi Saleh AS. Mereka berumur panjang, tetapi juga menyembah berhala yang diukir dari batu. Mereka menolak mendengarkan pesan Nabi Saleh bahwa hanya ada satu Tuhan di dunia ini yaitu Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa kaum Tsamud merupakan keturunan dari kaum Ad sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-A’raf ayat 74:
“Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu khalifah-khalifah setelah kaum ‘Ad dan menempatkan kamu di bumi. Di tempat yang datar kamu dirikan istana-istana dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi.”
Ketika penduduk desa Madain Saleh meminta mukjizat untuk membuktikan bahwa Tuhan yang tak kasat mata itu ada, Nabi Saleh menurutinya dan Allah menciptakan seekor unta betina yang sedang hamil, keluar dari batu besar dan melahirkan seekor anak sapi. Kaum Tsamud sangat kagum dengan keajaiban tersebut.
Sebuah bak batu besar pun dibangun dan diisi dengan susu unta betina. Nabi Saleh mengizinkan penduduk desa untuk berbagi air dari sumur dengan unta dengan meminumnya secara bergantian. Namun, penduduk desa tidak mengizinkan unta dan anaknya minum dari sumur atau merumput. Penduduk desa malah membunuh induknya dan anak sapi tersebut melarikan diri.
Allah kemudian memerintahkan Nabi Saleh untuk meninggalkan wilayah tersebut, lalu mengguncang tanah penduduk desa dengan gempa bumi dahsyat disertai petir. Penduduk desa Madain Saleh yang tidak patuh pun tewas dalam bencana tersebut.
Madain Saleh ditinggalkan pada abad ke-3 Masehi setelah jatuhnya kerajaan Nabataean. Situs ini ditemukan kembali pada abad ke-19 oleh penjelajah Swiss bernama Johann Ludwig Burckhardt. Sejak saat itu, tempat kuno ini telah dipelajari oleh para arkeolog dari seluruh dunia.
Meski dianggap sebagai tempat terkutuk, Madain Saleh merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Timur Tengah dan ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2008.




