Pontianak Today – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang yang saat ini menjadi salah satu wilayah dengan kebakaran terbesar di Kalbar.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan, penanganan karhutla di Ketapang akan mendapat dukungan khusus melalui operasi modifikasi cuaca (OMC). Salah satu pesawat OMC direncanakan ditempatkan secara khusus di Ketapang untuk mendukung upaya penanganan kebakaran di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Norsan saat berkomunikasi dengan Bupati Ketapang Alexander Wilyo terkait perkembangan penanganan karhutla di daerah tersebut.
“Pesawat OMC kita taruh di Ketapang satu, khusus untuk Ketapang saja, tidak usah ke mana-mana. Yang dua kita gerakkan ke lain-lain,” kata Norsan saat berkomunikasi dengan Alexander Wilyo melalui sambungan telepon, Sabtu, 5 September 2026.
Menurut Norsan, keputusan tersebut diambil setelah dirinya melaporkan kondisi karhutla Ketapang kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Berdasarkan pemantauan pemerintah, Ketapang menjadi daerah dengan kondisi kebakaran yang cukup besar sehingga membutuhkan penanganan lebih terfokus.
“Saya sudah laporkan dengan Pak BNPB bahwa Ketapang itu kebakarannya besar, Pak, paling besar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut kemudian diamini Bupati Ketapang Alexander Wilyo. Ia membenarkan bahwa kebakaran yang terjadi di wilayahnya menjadi salah satu yang terbesar.
“Iya, Pak. Kebakaran terbesar, Pak,” kata Alexander.
Selain menyiapkan satu pesawat OMC khusus untuk Ketapang, Norsan juga menyampaikan adanya rencana penambahan dukungan dari unsur pemerintah pusat, termasuk bantuan kekuatan udara.
Ia menyebut pasukan dari Jepang yang akan datang untuk membantu penanganan bencana juga diarahkan terlebih dahulu ke Ketapang. Dukungan tersebut, kata dia, tidak hanya berupa personel darat, tetapi juga direncanakan mencakup unsur udara dan pesawat.
“Nanti dari pasukan Jepang arahnya ke sana dulu. Diarahkan ke Ketapang dulu semuanya,” ujar Norsan.
Ketika Alexander menanyakan apakah bantuan tersebut merupakan pasukan darat, Norsan menjelaskan bahwa dukungan yang direncanakan juga mencakup unsur udara.
“Pasukan udara juga rencananya. Datang nanti membawa pesawat juga mereka, saya dengar. Dari Menhan,” katanya.
Penguatan dukungan udara tersebut menjadi penting mengingat karakteristik wilayah Ketapang yang luas serta kondisi karhutla yang membutuhkan penanganan cepat dan berkelanjutan.
Norsan juga menyampaikan rencana untuk turun langsung ke Ketapang guna melihat kondisi penanganan karhutla di lapangan. Ia menyebut opsi penggunaan helikopter untuk menuju lokasi karena akses penerbangan pesawat belum memungkinkan.
“Pesawatnya belum ada, pesawat belum bisa naik ke sana. Saya rencana ada rencana ke sana,” kata Norsan.
Saat Alexander menanyakan kemungkinan menggunakan helikopter, Norsan membenarkan bahwa dirinya berencana menuju Ketapang menggunakan helikopter.
Rencana kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Gubernur memastikan penanganan karhutla di Ketapang berjalan secara maksimal, sekaligus berkoordinasi langsung dengan pemerintah kabupaten dan unsur satgas di lapangan.
Norsan juga meminta Bupati Alexander Wilyo untuk terus menyampaikan perkembangan kondisi karhutla di Ketapang dan tidak ragu berkomunikasi apabila terdapat persoalan yang membutuhkan dukungan pemerintah provinsi.
“Kalau ada apa-apa, ajak saya. Biar ajak saya kalau ada apa-apa,” ujar Norsan.
Ia juga meminta agar setiap perkembangan penanganan karhutla segera dilaporkan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Kalau ada apa, tidak usah sungkan-sungkan telepon,” katanya.
Dengan penempatan satu pesawat OMC secara khusus, rencana dukungan udara tambahan, serta kunjungan langsung Gubernur ke lapangan, Pemerintah Provinsi Kalbar menempatkan Ketapang sebagai salah satu prioritas utama dalam operasi penanganan karhutla.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas, terutama di tengah kondisi karhutla Ketapang yang masih cukup besar.
Penulis: Rabiansyah




