Wednesday, April 15, 2026
spot_img

H&M Dikabarkan Tutup Sekitar 160 Toko Sepanjang 2026, Alihkan Strategi ke Platform Online

Pontianak Today – Brand fashion global H&M dikabarkan akan menutup sekitar 160 gerai fisik di berbagai negara sepanjang tahun 2026. Informasi ini beredar melalui unggahan akun Instagram @folkative, yang menyebut bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk merampingkan operasional, bukan tanda kebangkrutan.

Penutupan toko ini disebut sebagai upaya untuk menutup lokasi yang dinilai kurang menguntungkan, sekaligus memperkuat fokus pada kanal penjualan digital serta pengembangan flagship store yang lebih besar dan strategis di kota-kota utama.

Dalam beberapa tahun terakhir, H&M memang telah melakukan transformasi besar dalam model bisnisnya. Sejak 2019, perusahaan ini dilaporkan telah menutup hampir 1.000 toko di berbagai negara sebagai respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah ke belanja online.

Saat ini, penjualan melalui e-commerce disebut menyumbang sekitar 30% dari total pendapatan perusahaan, angka yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan belanja digital secara global.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang merinci dampak kebijakan tersebut di Indonesia, termasuk apakah gerai-gerai H&M di Tanah Air akan ikut terdampak atau tidak.

Perubahan strategi ini sejalan dengan tren industri ritel global, di mana banyak perusahaan fashion besar mulai mengurangi jumlah toko fisik dan berinvestasi lebih besar pada platform digital, teknologi, serta pengalaman belanja yang terintegrasi antara online dan offline.

Dengan langkah ini, H&M menegaskan bahwa arah bisnis mereka bukan menghilang dari pasar fisik, melainkan beradaptasi dengan perubahan cara konsumen berbelanja di era digital.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular