Monday, April 27, 2026
spot_img

Gubernur Ria Norsan Lepas Jemaah Haji Kalbar, Ingatkan Larangan Ihram dan Pentingnya Kesehatan

Pontianak Today – Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti pelepasan jemaah calon haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Muhammadiyah Kalimantan Barat yang secara resmi diberangkatkan oleh Gubernur Ria Norsan di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu, 26 April 2026, diiringi doa dan harapan agar seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

“Beliau adalah guru saya dan pembimbing ibadah saya. Alhamdulillah, hingga kini beliau masih sehat walafiat di usia 81 tahun,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PWM Kalbar Pabali Musa, perwakilan Kemenag Kalbar H. Kamaludin, dan pembimbing haji H. Basuki. Gubernur menegaskan bahwa ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga fisik, serta mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan menjelang puncak wukuf di Arafah.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik dan rohani. Rangkaian seperti tawaf, sa’i, hingga melontar jumrah membutuhkan stamina yang kuat. Karena itu, jaga kesehatan dengan baik sebelum hari wukuf,” pesannya.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 197, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan perilaku selama menjalankan ibadah haji agar dapat meraih predikat haji mabrur. Ia menyoroti tiga larangan utama saat berihram, yakni rafats, fusuk, dan jidal. Rafats adalah perkataan yang tidak pantas atau berbau syahwat, fusuk adalah perbuatan maksiat atau pelanggaran terhadap aturan ihram, sedangkan jidal berarti berdebat atau berselisih paham yang dapat memicu pertengkaran.

Selain itu, Gubernur juga menyelipkan candaan ringan terkait kebiasaan sebagian jemaah, khususnya ibu-ibu, yang kerap terlalu fokus berbelanja oleh-oleh.

“Tujuannya haji mabrur, bukan membeli emas berkilo-kilo. Sabar ya, Ibu-Ibu, fokus ibadah dulu,” tambahnya

Mengakhiri sambutannya, Gubernur memimpin para jemaah melantunkan kalimat talbiyah secara bersama-sama, menciptakan suasana haru dan penuh kekhusyukan.

Ia berharap seluruh jemaah asal Kalimantan Barat dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik, menjaga kebersamaan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dengan predikat haji mabrur.

“Saya berharap Bapak dan Ibu berangkat dengan niat tulus, melaksanakan ibadah dengan sempurna, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat serta memperoleh haji mabrur,” tutupnya.

Penulis: Rabiansyah

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular