Hi!Pontianak – Petugas terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk jemaah haji khususnya lansia. Misalnya soal makanan.
Jemaah memang mendapatkan makanan 3 kali sehari. Sebagian lansia ingin bubur dibanding nasi karena kondisi gigi yang sudah semakin habis.
“Di sektor 1 ini kami buat 160 porsi. Memang belum cukup untuk semua lansia. Kami distribusikan untuk lansia yang dirawat di klinik satelit di hotel, lalu ke lansia yang sedang rawat jalan di kamar. Kemudian yang memang butuh bubur,” kata Koordinator Petugas Layanan Jemaah Haji Lansia Sektor 1 Makkah, Fajri Al Farobi, Sabtu (24/6).
Jemaah yang tinggal di sektor 1 Mahbas Jin berjumlah 22.841 orang. Dari jumlah itu, ada 6.300 lansia. Sebagian besar lansia memang masih bisa makan dengan normal sesuai dengan menu yang didapat setiap harinya.
Saat ini, kemampuan pembuatan bubur memang baru untuk 160 porsi. Sebab, rice cooker hanya berkapasitas 2 kg.
Selain itu, petugas juga mulai membuat sayur untuk jemaah, misalnya sup untuk jemaah. Dalam katering jemaah memang tidak ada menu sayur kuah.
Fajri menjelaskan, saat ini petugas tengah mendata lagi jemaah yang membutuhkan makanan halus seperti bubur. Tim akan bekerja lebih keras saat nanti jemaah selesai melaksanakan puncak haji.
“Saat sampai di hotel akan kami hitung apakah masih sesuai dengan 3 klasifikasi itu atau kebutuhannya meningkat. Tanggal 3-4 (Juli) sudah mulai ada kepulangan bisa naik bisa turun ya,” ucap Fajri.




