Saturday, April 18, 2026
spot_img

Wagub Krisantus Dorong Pembentukan Sentra Produksi untuk Stabilisasi Harga dan Redam Inflasi di Kalbar

Pontianak Today – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendorong pembentukan sentra-sentra produksi bahan pokok sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kelangkaan dan menekan inflasi, khususnya menjelang hari besar keagamaan. Pernyataan ini disampaikan saat Krisantus meninjau langsung Operasi Pasar Murah di Halaman Kantor Camat Tekarang, Kabupaten Sambas, Rabu, 4 Maret 2026, di mana paket sembako dijual dari harga normal Rp 90 ribu menjadi Rp 50 ribu.

Menurut Krisantus, operasi pasar murah memang efektif menekan harga sementara, tetapi tidak menyelesaikan masalah inflasi secara fundamental. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas OPD seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi untuk membangun sentra produksi yang fokus pada kebutuhan bahan pokok menjelang hari raya.

“Di saat permintaan tinggi, stok menipis dan harga naik. Untuk itu, kita perlu sinkronisasi program antar OPD agar sentra-sentra produksi bisa memenuhi kebutuhan bahan pokok yang selalu kurang saat hari raya, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru,” jelas Krisantus.

Ia menambahkan, sentra produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti telur, ayam, dan ikan, tetapi juga dapat mendorong masyarakat meningkatkan kapasitas produksi mereka secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Krisantus juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan dan menyambut Idulfitri 2026 bagi umat Muslim di Kalbar. Ia mengajak seluruh masyarakat merayakan momen Lebaran dengan sukacita, toleransi, dan kebersamaan.

“Selamat menyambut bulan suci Ramadan. Sebentar lagi kita merayakan Idulfitri dengan riang gembira, penuh harmonisasi, toleransi, dan kebersamaan,” ujarnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalbar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat di provinsi tersebut.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular