Tuesday, May 26, 2026
spot_img

Tampar Siswi saat Upacara, Oknum Kepsek di Kubu Raya Dilaporkan ke Polda Kalbar

Hi!Pontianak – Seorang siswa perempuan di SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya mengalami kekerasan oleh oknum Kepala Sekolah saat apel. Peristiwa itu terjadi pada Jumat pagi, 12 Mei 2023.

Kasus tersebut kini dilaporkan dan ditangani oleh Polda Kalimantan Barat. Dari informasi yang dihimpun tim Hi!Pontianak, korban berusia 16 tahun. Dia ditampar oleh Kepala Sekolah, hingga menyebabkan pipi sebelah kiri bengkak, dan luka, karena korban menggunakan behel.

Kuasa Hukum Korban, Eka Kurnia, memaparkan, pada Jumat pagi, siswa kelas 11 dikumpulkan untuk apel di aula sekolah. Menurut keterangan siswa di sana, Eka mengatakan, siswa tersebut dikumpulkan, karena sebelumnya ada penyerangan atau cekcok antar kelas 10 dan kelas 11.

“Dari keterangan siswa kelas 11, itu mereka diserang oleh kelas 10. Persoalannya itu kayak ada balas dendam. Katanya ada keributan antar kelas. Jadi pada saat dikumpulkan itu, ada kayak percekcokan. Korban ini pada saat berteriak, oknum kepala sekolah melihat ke dia. Akhirnya tertamparlah pada saat disuruh maju ke depan,” kata Eka, Minggu, 14 Mei 2023.

Dari awal, korban diketahui tak mempunyai masalah atau dendam pribadi dengan siapapun. Namun kericuhan tersebut terjadi, diduga karena ada perkelahian atau percekcokan antar kelas.

“Korban setelah ditampar hampir terjatuh, kaca matanya lepas, dan ditenangkan oleh guru. Katanya juga ada anak murid yang mau menghajar kepseknya, sempat ricuh, dan tidak kondusif. Jadi korban dilarikan oleh pelatihnya di sana, dibawa ke UKS,” terang Eka.

Setelah kejadian tersebut pun, pihak sekolah tak ada menghubungi pihak keluarga. Eka mengatakan, korban sendiri langsung menghubungi keluarganya untuk datang ke sekolah tersebut.

“Setelah korban ini ditampar, dia juga yang langsung menghubungi orang tuanya. Tidak ada laporan dari pihak sekolah. Akhirnya orang tua korban melaporkan kejadian ini dalam dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak,” ungkapnya.

Saat ini, kondisi korban masih mengalami trauma. Menurut Eka, Dia merasa malu karena telah ditampar dan disaksikan oleh rekan-rekan serta gurunya. Kuasa hukum korban mengatakan, korban akan dibawa ke psikolog untuk dilakukan pemeriksaan mental.

“Visum belum keluar, korban masih dirawat di Rumah Sakit. Di daerah pipinya masih sakit, bengkak, karena dia pakai behel, ada robek. Di bagian telinga sakit sampai tidak bisa tidur. Nanti kita mau ke psikolog untuk melihat kejiwaannya karena itu dilakukan di depan publik disaksikan banyak orang, kejadian ini sangat disesalkan sampai korban trauma,” tukasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular