Pontianak Today – Ada pemandangan berbeda saat Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri Halal Bihalal sekaligus Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu, 10 Mei 2026. Krisantus tampil mengenakan pesa’an, pakaian adat khas Madura, dan memilih mengendarai motor roda tiga atau bajaj dari kediamannya menuju lokasi acara.
Penampilannya itu menjadi simbol penghormatan terhadap budaya Madura yang telah menjadi bagian dari keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Bagi Krisantus, keberagaman suku dan budaya merupakan kekuatan yang harus terus dijaga, bukan alasan untuk menciptakan sekat di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ia mengatakan, Kalimantan Barat dibangun oleh berbagai etnis yang hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan. Masyarakat Dayak, Melayu, Madura, Tionghoa, dan berbagai suku lainnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam membentuk harmoni di Bumi Khatulistiwa.
“Di Kalimantan Barat, identitas budaya adalah kekayaan, bukan pemisah. Madura, Dayak, Melayu, Tionghoa, dan seluruh suku yang ada merupakan helai-helai benang yang membentuk tenun indah bernama harmoni,” ujar Krisantus.
Menurutnya, pilihan menggunakan bajaj menuju lokasi acara juga memiliki makna tersendiri. Kendaraan tersebut menjadi simbol perjuangan dan kerja keras masyarakat Madura yang telah lama berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian di Kalimantan Barat.
“Identitas budaya tidak hanya untuk dipajang, tetapi harus dirasakan maknanya. Karena itu saya hadir dengan mengenakan pakaian adat Madura lengkap dan mengendarai motor roda tiga menuju Pendopo Gubernur sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga besar Madura,” katanya.
Melalui momentum Halal Bihalal dan pelantikan pengurus IKAMA Kalbar, Krisantus berharap semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan antaretnis terus dipelihara sebagai modal utama dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Kalimantan Barat yang damai dan harmonis.




