Hi!Pontianak – Nama Vicky Katiandago kembali menjadi sorotan publik, kali ini bukan karena polemik penugasannya, melainkan momen perpisahan yang ia sampaikan secara sederhana namun penuh makna. Lewat video yang diunggah akun Instagram @voxpopular.id, Vicky terlihat berada di halaman Polda Sulawesi Utara.
Dalam video tersebut, ia tampak memberi hormat kepada bendera, bahkan terlihat bersujud sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan emosional atas perjalanan panjangnya sebagai anggota kepolisian.
Sosok Vicky sebelumnya dikenal publik karena keberaniannya dalam menangani kasus dugaan korupsi di wilayah Minahasa. Namanya sempat ramai diperbincangkan ketika ia dimutasi di tengah proses penyelidikan kasus yang ditanganinya, memicu perhatian luas dari masyarakat.
Namun kini, cerita tentang dirinya beralih dari isu mutasi dan penegakan hukum menjadi kisah perpisahan yang terasa sunyi namun mendalam. Dalam unggahan tersebut, Vicky menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah institusi tempat ia pernah bertugas, termasuk Polda Sulawesi Utara, Polres Minahasa, dan Polres Kepulauan Talaud.
“Terima kasih Polda Sulut, Terima kasih Polres Minahasa, Terima kasih Polres Kepulauan Talaud, Terima kasih ZAZG…” tulisnya.
Salah satu kalimat yang paling menyentuh perhatian publik adalah pernyataannya tentang pengabdian sebagai anggota kepolisian.
“Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal, tetapi jiwa, sekali Bhayangkara selamanya Bhayangkara,” ungkapnya.
Di akhir unggahan, Vicky menuliskan dua kata singkat namun sarat makna: “I Quit.” Kalimat tersebut seolah menjadi penutup dari perjalanan panjangnya mengenakan seragam cokelat sebagai anggota Polri.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait alasan di balik keputusan tersebut. Namun, momen perpisahan yang ia bagikan telah memicu beragam reaksi dari masyarakat, yang banyak menilai langkah tersebut sebagai refleksi dari perjalanan penuh tantangan dan pengabdian.




