Tuesday, July 16, 2024
spot_img

Lewat Lomba ‘Bace Pontianak’, Ajak Warga Lestarikan Bahasa dan Sadar Literasi

Hi!Pontianak – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-251 Kota Pontianak, Komunitas Read Aloud Kalbar menggelar Lomba ‘Bace Pontianak’. Lomba membaca buku secara nyaring ini menggunakan bahasa Melayu Pontianak. Pegiat Read Aloud Kalbar, Widiantoro menerangkan, terhitung sudah dua tahun komunitas Read Aloud Kalbar berdiri dan aktif di Kota Pontianak.

Dia menambahkan, agenda ‘Bace Pontianak’ diselenggarakan, selain karena memeriahkan Hari Jadi ke-251 Kota Pontianak, juga menyemarakkan Bulan Bahasa dan Sastra 2022.

“Nanti akan dilaksanakan secara daring, panitia mulai dengan membaca buku kepada anak-anak secara nyaring. Selanjutnya anak-anak bergantian membaca nyaring, kemudian direkam dalam bentuk video dan diposting lewat Instagram. Lomba ini dimulai hari ini lalu pemenangnya diumumkan pada 23 Oktober mendatang secara daring,” terangnya usai pembukaan lomba di Aula Rohana Muthalib, Senin (10/10/2022).

Komunitas yang dibentuk tahun 2020 itu bergerak di bidang literasi dan bahasa karena beberapa hal. Di antaranya, lanjut Widiantoro, adalah risalah ilahiah. Kaitannya dengan kegiatan di Kalbar, pihaknya tidak ingin ada anak-anak yang lemah secara ilmu pengetahuan. DIa menganggap, praktik membaca nyaring memberikan banyak manfaat kepada tumbuh kembang psikologis anak.

“Karena kegiatan lombanya akan menggunakan bahasa melayu Pontianak, kami mengambil tema ‘Bahasa Lestari, Keluarga Sadar Literasi’, artinya bahasa Pontianak akan terus ada,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan mendukung setiap gerakan literasi di Kota Pontianak. Hal itu menurutnya sejalan dengan visi dan misi Kota Pontianak, yaitu ‘Pontianak Kota Khatulistiwa Berwawasan Lingkungan, Cerdas dan Bermartabat.’ Salah satunya seperti yang digencarkan oleh Komunitas Read Aloud Kalbar.

“Kami Pemerintah Kota Pontianak sangat mendukung dengan diselenggarakannya setiap gerakan literasi, apalagi ini diadakan dalam rangka menuju Hari Jadi ke-251 Kota Pontianak,” ungkapnya.

Secara statistik di tingkat nasional, budaya membaca memang diakui masih lemah. Oleh sebab itu, menjadi fokus pihaknya agar generasi mendatang dididik untuk gemar bahkan memerlukan bacaan berkualitas. Banyak tantangan yang dihadapi untuk menjadikan anak-anak gemar membaca terutama di era digitalisasi saat ini. 

“Tentu tantangannya adalah bagaimana kita selaku orang tua, pembimbing dan pendidik, membuat bacaan itu menarik sehingga anak-anak berminat untuk membaca, bahkan merasa perlu akan literasi,” ucapnya.

Bahasan berharap, melalui agenda ini tercipta kesadaran secara kolektif seluruh keluarga yang ada di Kota Pontianak. Meski perlahan, dirinya optimis apabila masyarakat menanamkan kebiasaan membaca, Kota Pontianak mampu sejajar dengan kota-kota besar di Indonesia bahkan dunia.

“Semoga para penggerak ini senantiasa diberikan semangat, konsistensi serta komitmen dalam menjalankan cita-cita mulia. Karena saya paham, tidak mudah untuk memberikan pemahaman, apalagi kepada anak-anak yang berusia lima tahun ke bawah,” imbuhnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular