Friday, June 21, 2024
spot_img

KTT Women20 Siapkan Komunike untuk Diserahkan Kepada Presiden RI

Hi!Pontianak – Konferensi Tingkat Tinggi Women 20 (W20) akan digelar pada 19 hingga 21 Juli 2022, di Hotel Niagara dan The Kaldera, Danau Toba, Parapat, Sumatera Utara. Serangkaian agenda akan dilaksanakan, salah satunya adalah dialog dan konferensi menangani diskriminasi untuk pembuatan kebijakan kesetaraan gender, pemberdayaan ekonomi perempuan, pertumbuhan ekonomi inklusif bagi perempuan pedesaan dan perempuan dengan disabilitas, serta pendampingan bisnis. KTT W20 juga siap menyampaikan Komunike W20 kepada Presiden RI, Joko Widodo, sebagai pemimpin G20.

Sejumlah Menteri RI dan sederet tokoh internasional dari 18 negara anggota G20 akan hadir pada perhelatan W20 Summit ini. Chair W20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi mengatakan, W20 adalah engagement group pertama dari Group of Twenty (G20) yang mengadakan kick off dan menyelesaikan summit.

“W20 adalah engagement group pertama dari Group of Twenty (G20) yang mengadakan kick off pada Desember 2021 yang lalu, sekaligus pertama juga menyelesaikan summit. Dari rangkaian gelaran pertemuan berskala internasional tersebut, W20 juga merupakan engagement group pertama yang telah menghasilkan komunike. Dokumen ini akan kami serahkan secara langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo selaku pimpinan G20 Presidensi Indonesia pada penutupan W20 Summit,” ujarnya.

Menurut Uli, terhitung sejak kick off pada Desember 2021 lalu, delegasi W20 telah menggelar berbagai diskusi terpadu dengan masukan maupun rekomendasi dari berbagai partner. Mereka merupakan organisasi yang fokus pada perempuan dan berasal sejumlah negara anggota G20.

Melalui komunike yang diserahkan kepada Presiden, Uli berharap berbagai upaya diskusi yang telah dilakukan oleh W20 Presidensi Indonesia dapat membawa isu terkait gender, khususnya perempuan pedesaan dan perempuan dengan disabilitas, sebagai salah satu fokus G20.

Selaras dengan hal tersebut, Co-Chair W20 Indonesia, Dian Siswarini menambahkan, perhelatan W20 Summit ini juga akan berfokus pada kesetaraan dan diskriminasi, ekonomi inklusif, hingga UMKM milik perempuan.

“Perhelatan W20 Summit di Danau Toba ini juga akan fokus mengurai berbagai isu prioritas W20, terutama mengenai kesetaraan dan diskriminasi, ekonomi inklusif, hingga UMKM milik perempuan. Selain itu, akan ada juga pembahasan mengenai isu terkait peningkatan akses perempuan penyandang disabilitas dan perempuan pedesaan ke pendidikan, teknologi, keuangan, dan kesetaraan kesehatan. Seluruhnya akan dikemas ke dalam rangkaian dialog dan konferensi kebijakan,” pungkasnya.

Menurut Dian, agenda W20 Summit ini juga diharapkan dapat menciptakan komitmen, kebijakan, hingga rekomendasi menjadi fokus utama G20 terhadap empat poin penting. Pertama, mendorong kesetaraan, keamanan, dan kesejahteraan dengan menghapus diskriminasi yang menghambat partisipasi perempuan dalam perekonomian.

Kedua, mencapai inklusi ekonomi dengan mendukung UMKM yang dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Ketiga, mengatasi kerentanan untuk meningkatkan ketahanan, dengan fokus pada perempuan penyandang disabilitas dan perempuan pedesaan. Keempat, seruan terhadap kesetaraan gender terkait Kesehatan.

Press Conference Pembukaan W20 Summit di Danau Toba, Sumatera Utara. Foto: Dok. Hi!Pontinak.

KTT W20 akan berlangsung selama tiga sesi. Akan dilanjutkan dengan konferensi internasional pemberdayaan perempuan di G20 dengan membahas bagaimana mengatasi diskriminasi dalam pembuatan kebijakan yang fokus pada kesetaraan gender dan bagaimana mengatasi kesenjangan dan meraih peluang dalam pemberdayaan ekonomi perempuan.

Di forum yang berbeda juga turut membahas bagaimana lanskap dari invenstasi berdasarkan gender untuk menciptakan pengaruh yang kuat dari bisnis yang dipimpin oleh perempuan dan bagaimana mengelola interseksionalitas untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dalam hal ini melihat pada perempuan yang berada di pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas.

Hari kedua akan dibuka dengan diskusi bersama Miss Universe. Dilanjutkan dengan dialog mengenai pemberdayaan perempuan dalam ekonomi dan pariwisata. Agenda pada hari ketiga akan dibuka dengan dialog “From Brisbane to Toba”, berisi kebijakan tingkat tinggi mengenai komitmen G20 terhadap kesetaraan gender. Dialog ini akan dilengkapi dengan penyajian data visual mengenai posisi perempuan dalam lingkup tenaga kerja.

Setelah itu, kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusi mengenai komitmen untuk kesetaraan gender serta hasil nyata dari dukungan terhadap W20 di tengah masyarakat, seperti EQUALS, We-Fi, We-Act, Gender Data Network, Women’s World Banking, W20 Sispreneur, dan Together Digital (Ant Foundation). Akan hadir Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang akan memberikan closing remarks sekaligus menerima secara langsung dari perwakilan delegasi W20.

Selain penyerahan Komunike W20 kepada Presiden RI sebagai pemimpin G20 Presidensi Indonesia, juga akan diumumkan pemenang dari program Inkubasi 1.000 UMKM Perempuan Binaan ‘W20 Sispreneur’ dengan hadiah modal usaha senilai total Rp 300 juta sebagai aksi konkrit dari W20 Indonesia.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular