Monday, October 5, 2026
spot_img

Krisantus Dukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Pastikan Rupiah Menjangkau Wilayah 3T Kalbar

Pontianak Today – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang berlangsung di Markas Satuan Kapal Patroli (Satrol) Komando Armada RI (Koarmada) XII, Jalan Komodor Yos Sudarso, Pontianak, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan tersebut merupakan wujud kerja sama antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam memastikan distribusi uang Rupiah menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Dalam sambutannya, Krisantus menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun kedua institusi tersebut. Menurutnya, Kalimantan Barat masih memiliki banyak kawasan 3T, baik di wilayah kepulauan maupun perbatasan darat, sehingga membutuhkan perhatian khusus agar layanan negara dapat dirasakan secara merata.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun ini. Kalbar memiliki banyak wilayah yang masih membutuhkan dukungan, terutama di kawasan perbatasan dan daerah terpencil,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Rupiah bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan negara yang harus hadir di seluruh pelosok Indonesia.

“Rupiah merupakan lambang kedaulatan bangsa. Karena itu, keberadaannya harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah perbatasan dan daerah terpencil,” tegas Krisantus.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dan berharap jangkauan distribusi uang Rupiah tidak hanya mencakup pulau-pulau terluar, tetapi juga kawasan perbatasan darat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Menurut Krisantus, kolaborasi Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan negara. Jika TNI AL bertugas mengamankan wilayah laut dan menjaga keutuhan NKRI, maka Bank Indonesia memastikan ketersediaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol persatuan bangsa.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, menjelaskan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 akan mendistribusikan uang layak edar ke lima pulau di Kalimantan Barat, yakni Pulau Karimata, Pulau Maya, Pulau Cempedak, Pulau Pelapis, dan Pulau Padang Tikar.

Ia mengatakan ekspedisi tersebut melibatkan Bank Indonesia bersama perbankan dan mendapat dukungan pengamanan dari TNI Angkatan Laut. Tahun ini, nilai uang yang dibawa mencapai Rp15,6 miliar, meningkat sekitar 16 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya seiring pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil dapat memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih baik,” tutup Ricky.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular