Sunday, June 23, 2024
spot_img

Jelang Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok di Pontianak Masih Terkendali

Hi!Pontianak – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan, menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah secara umum kondisi inflasi di Kota Pontianak masih terkendali. Meski dikatakannya ada beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seperti cabai dan bawang merah.

“Untuk jangka pendek kita harus memperbanyak stok supaya ketersediaan itu ada dan eksekusinya lancar sehingga keterjangkauan harga tercapai,” ujarnya usai rapat koordinasi di ruang rapat Kantor Wali Kota, Kamis, 7 Juli 2022.

Kemudian, lanjutnya, untuk jangka panjang, langkah strategis yang harus dilakukan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak yakni dengan memobilisasi masyarakat untuk gencar menanam cabai di pekarangan masing-masing. Apalagi, cabai sudah menjadi bagian dari komoditas pokok sehari-hari karena masyarakat umumnya terbiasa makan-makanan yang pedas.

“Sehingga begitu harganya naik, ini yang jadi masalah dan berpengaruh terhadap inflasi,” kata Edi.

Baca Juga

Salat Idul Adha Digelar di Depan Kantor Walkot, Warga Diminta Datang Lebih Awal

Digitalisasi Transaksi di Kota Pontianak Kian Bertumbuh

Pemancangan Tiang Duplikat Jembatan Kapuas I Direncanakan Sebelum Agustus

Melalui rapat koordinasi ini dengan melibatkan seluruh pihak terkait, dirinya berharap dapat memberikan informasi terkini berkaitan ketersediaan bahan pokok. Tak hanya itu, dia juga meminta keperluan lainnya seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga ketersediaan pangan terjaga.

“Kunci untuk mengendalikan inflasi itu adalah menjaga ketersediaan bahan pokok,” ungkapnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat memimpin rapat koordinasi High Level Meeting TPID Kota Pontianak dalam rangka upaya pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Iduladha 1443H.

Meski demikian, dia menyebut ada faktor lain yang menjadi penyebab terkendalanya ketersediaan pangan, misalnya kondisi cuaca di lautan yang mengakibatkan armada kapal pengangkut bahan kebutuhan pokok terlambat.

“Sehingga distribusi produksi menjadi terganggu,” imbuhnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular