Pontianak Today – Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat ke-40 berlangsung meriah di Rumah Radakng Pontianak setelah resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, pada Rabu, 20 Juni 2026. Selain menjadi panggung pelestarian budaya Dayak, perhelatan tahunan ini juga dinilai memiliki potensi besar untuk dipromosikan sebagai agenda pariwisata bertaraf internasional.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan Gawai Dayak telah berkembang menjadi atraksi budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. Karena itu, ia berharap Kementerian Pariwisata dapat memasukkan agenda tersebut ke dalam kalender pariwisata internasional.
“Tanpa kita sadari, Gawai Dayak Kalimantan Barat sejatinya sudah memiliki daya tarik sebagai event internasional. Harapan kami, Kementerian Pariwisata dapat menetapkannya bukan hanya sebagai agenda nasional, tetapi juga kalender pariwisata internasional,” ujarnya.
Menurut Krisantus, penyelenggaraan Gawai Dayak tidak hanya berperan dalam melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Kehadiran ribuan pengunjung setiap tahun turut menggerakkan sektor usaha mikro, kuliner, kerajinan, hingga ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Senada dengan itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk terus mendukung penyelenggaraan Gawai Dayak, termasuk melalui dukungan anggaran. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat Kalimantan Barat yang majemuk.
“Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kehadiran pelaku kuliner dan UMKM menjadi bukti bahwa Gawai Dayak memberikan manfaat yang luas. Semoga budaya tetap lestari dan persatuan serta kesatuan masyarakat Kalimantan Barat terus terjaga,” kata Norsan.
Di sisi lain, Krisantus mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban selama pelaksanaan Gawai Dayak. Ia meminta panitia membatasi masuknya minuman dari luar lokasi acara serta mengimbau masyarakat agar merayakan pesta adat secara tertib dan tidak berlebihan. Pelanggaran yang menimbulkan keributan, kata dia, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan hukum adat yang berlaku.
Melalui penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak Kalimantan Barat ke-40, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan antarmasyarakat terus terpelihara, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.




