Hi!Pontianak – Pada saat pandemi COVID-19, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Petrus Reinhard Golose mengungkapkan, pengguna narkotika terbanyak adalah perempuan dan menggunakannya di kost-kostan.
Hal tersebut disampaikannya pada saat kunjungan kerjanya ke Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa, 6 Juni 2023.
Golose mengatakan, Indonesia menjadi incaran para pengedar narkotika, karena jumlah penduduknya cukup banyak. Hal tersebut juga dapat dilihat dari jumlah penghuni Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Kalbar terbanyak, adalah dengan kasus narkotika.
“Karena potensi penduduknya kita sangat besar, kemudian hasil penelitian yang kita lakukan bersama-sama BRIN dan stakeholder lainnya sekitar ada 3,66 persen penguna narkotika di Indonesia, justru itu menjadi potensi pasar,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, dia mengatakan sejak COVID-19 melanda Indonesia, ada pergeseran gender pengguna narkotika, yakni didominasi oleh perempuan.
“Dari tempat tempat hiburan ke tempat kost, apartemen, rumah tinggal, rumah kosong juga dan ada kecenderungan kenaikan di perempuan penggunaan narkotika pada COVID-19,” paparnya.
Namun saat ini, pandemi COVID-19 sudah berakhir, dia berharap agar pihaknya harus mengantisipasi tempat-tempat hiburan yang berpotensi sebagai tempat terjadinya penggunaan dan pengedaran narkotika.
“Sekadang kita lihat era pandemi sudah berakhir harus diantisipasi di tempat-tempat hiburan walaupun mereka di sana sebagai pengguna dan yang harus kita berantas adalah para bandarnya,” tegas Golose.
Dari informasi yang dihimpun, wilayah Kalimantan Barat adalah daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yakni Malaysia. Sehingga, kata Golose, selama COVID-19 meningkat, ada sebanyak kurang lebih 230 kawasan rawan narkoba di Kalbar.
“Ada 230 kawasan rawan narkoba di Kalimantan Barat, jadi saya minta ini jadi catatan,” tukasnya.




