Friday, June 21, 2024
spot_img

Begini Desain Jembatan Garuda Penghubung Bardan-Siantan yang Siap Dibangun Investor

Hi!Pontianak – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik rencana pihak investor yang akan membangun jembatan penghubung Jalan Bardan hingga Terminal Siantan. Jembatan yang memiliki panjang 350 meter dan lebar 30 meter tersebut dibangun dalam bentuk Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Aturan regulasinya sudah ada, kita menggandeng investor dari Indonesia dan China karena ini sangat konkret dan spektakuler di Kota Pontianak,” ungkap Edi usai ekspos rencana pembangunan Jembatan Garuda di Ruang Pontive Center, Kamis, 28 Juli 2022.

Dari desain yang dipaparkan oleh investor, terlihat bangunan jembatan yang dinamai Jembatan Garuda berdiri megah. Ada empat jalur jalan dengan di bagian tengahnya berbentuk lingkaran. Jembatan ini nantinya bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat maupun kendaraan besar seperti truk atau trailer.

Baca Juga

Tidak Ada Lagi Kemacetan, Pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I Segera Dimulai

Pemancangan Tiang Duplikat Jembatan Kapuas I Direncanakan Sebelum Agustus

Menurut Edi, kajian rencana pembangunan Jembatan Garuda sudah berjalan beberapa bulan belakangan. Kehadiran jembatan ini nantinya akan menghubungkan Jalan Tanjungpura Pontianak Kota dan Jalan Gusti Situt Mahmud dan Khatulistiwa Pontianak Utara yang berstatus jalan nasional.

Ekspos rencana pembangunan Jembatan Garuda di Ruang Pontive Center. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak
Ekspos rencana pembangunan Jembatan Garuda di Ruang Pontive Center. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

“Mudah-mudahan Jembatan Garuda ini bisa mengatasi persoalan transportasi dan kemacetan di kedua wilayah, apalagi pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I juga dibangun, tentunya kemacetan yang kerap terjadi bisa terurai,” harapnya.

Meskipun dirinya belum bisa memastikan kapan dimulainya pelaksanaan pembangunan Jembatan Garuda, namun diakuinya proses rencana pembangunan sudah dilakukan dua bulan lalu.

“Dan ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari penyiapan amdal dan lainnya,” ujarnya.

Edi menuturkan dana pembangunan jembatan tersebut bersumber dari pihak investor. Sementara dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan mempersiapkan fasilitasi, regulasi yang berkaitan dengan lahan-lahan terkena dampak dari pembangunan Jembatan Garuda tersebut.

Penampakan desain Jembatan Garuda. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak
Penampakan desain Jembatan Garuda. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

Karsono dari PT Berkat Rahmat Ilahi, satu di antara investor yang terlibat dalam rencana pembangunan Jembatan Garuda, menuturkan, penamaan pada jembatan tersebut dikaitkan dengan pahlawan daerah Kalimantan Barat, yakni Sultan Hamid II sebagai perancang lambang negara Burung Garuda.

“Proses pembangunan jembatan ini nanti tergantung pada perusahaan-perusahaan karena melalui skema KPBU,” katanya.

Karsono menyatakan, keterlibatan investor dalam konsorsium pembangunan Jembatan Garuda terdiri dari beberapa perusahaan, termasuk Chinese Construction, BUMN dan mitra perusahaan lainnya.

“Program ini tidak menggunakan anggaran dari pemerintah karena kami usulkan dari badan usaha yang belum pernah terjadi di Kalimantan Barat maka kami coba memulai hal ini,” sebutnya.

Sejauh ini, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah pusat dan dukungannya agar rencana pembangunan Jembatan Garuda ini bisa terealisasi secepatnya.

“Kalau ini sudah terealisasi, saya yakin Jembatan Garuda akan menjadi landmark baru di Kota Pontianak,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular