Wednesday, April 29, 2026
spot_img

5 Ilmuwan Barat yang Belajar dari Dunia Islam

Pontianak Today – Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini tidak akan bisa kita rasakan tanpa kontribusi dari pemikir terdahulu. Baik pemikir Eropa dan Muslim, mereka memberikan segala sesuatu yang mereka ketahui kepada dunia.

Dilansir dari laman Republika, siapa sangka, ternyata para Ilmuwan Barat menempa gagasan-gagasan cemerlang yang didapat dari Muslim untuk memperdalam ilmu pengetahuan agar semakin berkembang. Yap, mereka belajar dari dunia Islam.

Siapa sajakah mereka? Yuk, intip dalam ulasan berikut ini.

1. Fibonacci (1170-1250)
Fibonacci dikenal sebagai pionir matematika dari Italia. Pria itu menjadi ternama setelah menerbitkan buku terkenalnya yang bertajuk Liber Abacci.

Menurut profesor sejarah Islam di Warburg Institute, University of London, buku Liber Abacci hampir bergantung sepenuhnya pada karya Al Khawarizmi yang terbit di abad ke-9. Fibonacci mengetahui karya itu karena ia pernah bepergian ke Afrika Utara.

    Melalui Fibonacci, Eropa akhirnya menggunakan angka Hindu-Arab yang sudah populer di dunia Islam. Eropa juga menggunakan sistem angka nol yang jauh lebih ringkas ketimbang angka Latin yang jamak di Eropa pada masa itu. Revolusi matematika modern pun kemudian dimulai setelahnya.

    2. Roger Bacon (1219-1292)
    Roger Bacon dikenal sebagai Bapak Empirisme dalam dunia ilmu pengetahuan. Ilmuwan sekaligus pendeta dari Inggris itu disebut memulai revolusi ilmu pengetahuan di Eropa dengan menerapkan metode uji coba saintifik.

    Dalam bukunya yang berjudul Opus Majus, Bacon mengaku belajar dari Ibn al-Haytham mengenai optik dan empirisme, serta dari Ibn Rushd dan Ibn Sina soal filosofi. Ibn al-Haytham yang lahir sekitar 200 tahun sebelum Bacon memang sedianya ilmuwan yang mengenalkan percobaan empiris.

      3. Thomas Aquinas (1225-1274)
      Aquinas disebut sebagai salah satu filosof dan teolog Kristen paling penting pada abad pertengahan. Ia berupaya mendamaikan teologi Kristen menggunakan akal dan filosofi-filosofi terdahulu dengan menyadur pemikiran-pemikiran filosofis dan komentar terhadap filsafat Yunani dari Ibn Rusyd, Ibn Sina, dan Al Ghazali. Ia kemudian menggunakan teologi kalam mereka dalam konteks agama Kristen.

      4. Nicolaus Copernicus (1473-1543)

      Nicolaus Copernicus terkenal atas teori fenomenalnya yang mengatakan bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari. Ide tersebut membuat dirinya dikutuk gereja karena disebut menyalahi doktirn Kristiani yang meyakini bumi sebagai pusat semesta.

      Dalam bukunya, De Revolutionibus Orbium Coelestium, Copernicus menuturkan bahwa kesimpulan itu didasari oleh teori dan pengamatan yang dilakukan al-Battani, Thabit ibn Qurra, al-Zarqali, Ibn Rusyd, dan al-Bitruji. Pengamatan cermat yang mereka lakukan dari berbagai observatorium di dunia Islam pun dituliskan dalam buku tabel pergerakan benda-benda langit, kemudian menjadi sandaran Copernicus untuk mencapai pada kesimpulannya.

        5. Isaac Newton (1643-1727)
        Isaac Newton yang merupakan perumus teori grafitasi, kalkulus, dan optik terkenal dengan ucapannya, “Saya berdiri di pundak para raksasa.”

        1. Di antara “raksasa” tersebut, terdapat para Muslim. Hal ini terlihat dalam perpustakaan Newton, ditemukan karya-karya milik Ibn al-Haytham, Jabir al Hayyan, dan Ibn Tufail. Jejak empirisme dan telaah optik dari Ibn al-Haytham disebut tampak jelas dalam karya-karya Newton.

        Demikianlah penjelasan mengenai ilmuwan-ilmuwan Barat yang belajar dari dunia Islam. Seperti yang dilakukan oleh mereka, menuntut ilmu tidak haruslah memandang dari mana kita berasal demi kemajuan bersama.

        RELATED ARTICLES
        - Advertisment -spot_img

        Most Popular