Friday, May 1, 2026
spot_img

Gubernur Ria Norsan: Buruh Adalah Nadi Ekonomi Kalbar, Kesejahteraan Harga Mati

Pontianak Today – Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, Ria Norsan menegaskan posisi buruh sebagai pilar utama penggerak ekonomi Kalimantan Barat.

Dalam pernyataannya, ia menyebut buruh bukan sekadar tenaga produksi, melainkan kekuatan yang menjaga denyut ekonomi daerah tetap hidup. Karena itu, kesejahteraan pekerja disebutnya sebagai “harga mati” yang tidak bisa ditawar.

Mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas, Tanpa Sekat, Tanpa Perbedaan”, Ria Norsan menekankan bahwa setiap tetes keringat buruh harus dihargai dengan kehidupan yang layak serta kepastian hak.

“Saat saya menandatangani kebijakan, yang saya pikirkan bukan angka, tapi kehidupan keluarga mereka. Saya tidak ingin ada buruh yang sudah bekerja keras tapi masih takut dengan masa depan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjutnya, telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp3.050.000 sebagai langkah perlindungan dasar, meski diakui masih perlu terus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Ia juga mengajak seluruh elemen—pemerintah, pengusaha, dan pekerja—untuk menghapus sekat dan membangun kolaborasi demi menciptakan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan.

“Hari ini bukan sekadar peringatan, tapi momentum untuk memastikan keadilan dirasakan semua pekerja, dari ladang hingga pabrik,” tegasnya.

Penulis: Rabiansyah

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular