Sunday, May 17, 2026
spot_img

Hadiri Cap Go Meh Singkawang, Ria Norsan Tegaskan Dukungan Pemprov Kalbar untuk Wisata Budaya

Pontianak Today – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang pada Selasa, 3 Maret 2026. Perayaan yang berlangsung meriah tersebut disambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat serta menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Acara tahunan ini juga dihadiri sejumlah Menteri Republik Indonesia, perwakilan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ria Norsan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Cap Go Meh di Singkawang. Ia menyebut perayaan ini tidak hanya sebagai tradisi budaya masyarakat Tionghoa, tetapi juga telah menjadi bagian dari warisan budaya takbenda Kalimantan Barat yang diakui secara nasional.

“Perayaan Cap Go Meh di Singkawang merupakan agenda rutin tahunan yang selalu berlangsung meriah. Pemerintah provinsi tentu sangat mendukung karena ini menjadi salah satu event wisata unggulan sekaligus warisan budaya tak benda Kalimantan Barat di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, perayaan Cap Go Meh memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong geliat usaha di bidang perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal.

Lebih lanjut, momentum tersebut dinilai mampu mempererat persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Barat, yang selama ini dikenal dengan keberagaman budayanya.

Kota Singkawang sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia, terutama melalui perayaan Cap Go Meh yang identik dengan atraksi tatung serta berbagai pertunjukan seni tradisional yang unik dan menarik.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata berskala nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular