Pontianak Today – Guru di SD Negeri 21 Jering, Desa Pahuman, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak harus melewati jembatan gantung yang terendam banjir akibat rusak parah demi sampai ke sekolah.
Belum lagi, jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses jalan menuju sekolah tempat mereka membagikan ilmu kepada siswa. Kondisi jembatan yang rusak parah sangat membahayakan apabila kawasan tersebut terendam banjir. Mereka harus berjalan tertatih-tatih agar tidak terperosok.

“Jembatan itu satu-satunya akses menuju sekolah, kalau air banjirnya kelewat tinggi, anak-anak tidak bisa ikut pembelajaran karena jembatan sangat berbahaya untuk dilewati mereka, jadinya harus libur,” ungkap Kepala Sekolah SD Negeri 21 Jejaring, Alijah.
Alijah yang juga merangkap sebagai guru di sekolah itu menjelaskan bahwa jembatan tersebut belum pernah diperbaiki semenjak dibangun hingga saat ini.
Kondisi jembatan sangat memprihatikan, hampir seluruh kayu sudah tak layak lantaran rapuh. Banyak bagian lantai jembatan juga sudah berlubang bahkan keping kayu yang terlepas.




