Pontianak Today – Jembatan Sungai Pemunoh di Kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang rusak parah dan nyaris ambruk total. Kini kondisi jembatan yang menghubungkan Kelurahan Kapuas Kiri Hilir dan Kelurahan Mekar Jaya itu melengkung dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.
Warga setempat sudah seringkali mengeluhkan kerusakan jembatan tersebut ke Pemerintah Daerah, bahkan warga Kampong Seberang termasuk dari Kelurahan Kapuas Kiri Hilir sudah dua kali melakukan aksi demo menuntut agar jembatan segera dibangun oleh pemerintah.
“Kerusakan jembatan ini sering dikeluhkan warga. Mengingat, jembatan ini menjadi akses masyarakat dua kelurahan yakni Kelurahan Kapuas Kiri Hilir dan Kelurahan Mekar Jaya,” kata Lurah Kapuas Kiri Hilir, Novianto.

Novianto menjelaskan dirinya sudah menanyakan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang terkait perbaikan jembatan, pihak BPBD Sintang menyatakan perbaikan jembatan saat ini sedang menunggu proses.
“Proses apa yang dimaksud dan seperti apa, saya juga tidak tahu. Yang jelas kita percayakan kepada mereka. Sementara surat resmi yang meminta agar jembatan dibangun juga sudah kita sampaikan ke instansi terkait melalui camat baik itu ke BPBD maupun DPRD Sintang,” lanjutnya.
Jembatan Sungai Pemunuh memiliki bentang sekitar 48 meter dengan lebar kurang lebih 3 meter. Jembatan tersebut sempat diperbaiki pemerintah, namun rusak lagi ketika diterjang air deras saat musim penghujan.
“Dampaknya, saat ini jembatannya melengkung karena ada tiang yang amblas. Kedepan kalaupun jembatan tersebut diperbaiki lagi, saya kira tidak bisa. Harus dibangun jembatan baru,” kata Novianto.

Akibat jembatan rusak, hal ini mengakibatkan beberapa kali warga jatuh ke sungai. Akhirnya warga secara swadaya melakukan perbaikan seadanya yakni dengan memasang drum di bagian jembatan yang melengkung, kemudian dipasangi papan untuk memudahkan warga melintas.
“Kerena kondisi jembatan semakin parah, yang bisa lewat hanya sepeda motor saja. Agar mobil tak bisa melintas, salah satu ujung jembatan dipasang pagar. Kenapa dipagar? Karena pernah ada pickup bandel dan tetap melintas, akhirnya terperosok di jembatan itu,” jelasnya.




