Monday, April 20, 2026
spot_img

5 Alasan Pasangan Selingkuh, Tidak Selalu Karena Orang Ketiga

Pontianak Today – Maraknya perselingkuhan yang terjadi kerap kali disangkutpautkan dengan kehadiran ‘orang ketiga’ dalam suatu hubungan asmara.

Tentunya ada banyak motif atau alasan mengapa orang berselingkuh dari pasangannya, salah satunya tak jauh dari pendatang baru alias orang ketiga. Namun, tidak selalu karena adanya kehadiran orang ketiga, terdapat beberapa alasan lain yang membuat seseorang memutuskan untuk berselingkuh. Berikut ulasan selengkapnya.

1. Kurangnya komunikasi

Komunikasi dan pemahaman menjadi salah satu kunci utama dalam menjalin suatu hubungan. Apabila tidak melakukan komunikasi secara intens, jujur, dan terbuka, hubungan akan menjadi lebih membosankan lantaran tidak adanya perhatian yang diberikan. Hal tersebut dapat memicu terjadinya perselingkuhan karena salah satu pihak menemukan sosok baru yang bisa mengisi kekosongan yang dialami.

2. Kurangnya kepuasan emosional

Selain kurangnya komunikasi, ketidakpuasan emosional juga menjadi salah satu alasan mengapa orang berselingkuh. Apabila seseorang merasa kurang dihargai dan diabaikan oleh pasangannya, keinginan untuk mencari pengakuan dan penghiburan di luar hubungan dapat terjadi.

3. Masalah ekonomi

Tidak hanya menjadi penyebab perceraian, masalah ekonomi juga dapat memicu perselingkuhan. Seseorang yang merasa terbebani dengan masalah keuangan memungkinkan dirinya untuk mencari kepuasan di tempat lain demi kestabilan ekonomi. Hal itu dilakukan karena seseorang tersebut tidak mendapatkannya di pasangannya yang sekarang.

4. Ketidakpuasan dalam hubungan seksual

Dalam pernikahan, ketidakpuasan yang dialami secara seksual dapat membuat pasangan berkeinginan untuk meningkatkan kepuasannya dengan cara lain demi kebutuhan biologis. Rasa tidak puas akan hasrat seksual bisa saja terjadi karena seseorang tidak mendapatkan apa yang diinginkannya dari pasangannya sehingga memicu kesempatan untuk berselingkuh.

5. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Perilaku kekerasan yang dilakukan pasangan dalam rumah tangga dapat memantik terjadinya perselingkuhan. Kekerasan tersebut meliputi verbal dan nonverbal, bahkan secara fisik maupun seksual. Tindakan kekerasan yang dilakukan pasangan bisa membuat seseorang berpikir untuk mencari orang lain sebagai tempat perlindungan baru.

    RELATED ARTICLES
    - Advertisment -spot_img

    Most Popular