Sunday, April 26, 2026
spot_img

Erotomania, Meyakini Orang Lain Mencintainya Padahal Hanya Delusi Semata

Pontianak Today – Ketika ada seseorang yang mencintai kita dengan tulus, tentunya kita merasa bahagia. Namun, bagaimana jika seseorang yang kita yakini mencintai kita itu ternyata hanya delusi semata?

Hal tersebut dikenal dengan istilah erotomania. Erotomania adalah gangguan psikologis yang membuat seseorang percaya atau sangat yakin bahwa ada orang yang sedang jatuh cinta kepadanya. Bahkan, penderita masalah kejiwaan ini juga bisa menganggap ada orang terkenal yang jatuh cinta kepadanya. Padahal apa yang dirasakannya itu tidak benar.

Erotomania terkadang disebut sindrom De Clerambault, diambil dari nama psikiater Prancis yang pertama kali menggambarkannya sebagai kelainan berbeda pada tahun 1921. Erotomania seringkali berhubungan dengan gangguan kejiwaan lain, tetapi bisa juga terjadi dengan sendirinya.

Psikolog Klinis RSJ Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat, Umi Kalsum mengatakan erotomania merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan keyakinan yang salah atau delusi.

“Contoh ada keyakinan kalau digemarin seseorang yang dianggap penting atau terkenal. Biasanya ada riwayat penolakan, kurang perhatian, dan kesepian. Bisa juga karena kondisi biologis, misalnya riwayat penyakit seperti tumor otak atau kebiasaan patologis (narkoba, alkohol, video porno). Ada beberapa penyakit gangguan mental yang bisa memicu orang mengidap kondisi ini, seperti schizophrenia, demensia, dan gangguan bipolar,” jelas Umi Kalsum.

Umi menjelaskan bahwa gangguan mental erotomania bisa dideteksi dari cerita-cerita tak masuk akal yang disampaikan oleh si penderita. “Misalnya cerita kalau artis yang disukainya itu sering hubungi dia atau naksir dia. Cerita sering jalan atau pacaran dengan seseorang yang kita anggap itu ndak mungkin,” ucapnya.

Umi juga menerangkan, penderita erotomania biasanya tidak terima kalau sudut pandangannya dianggap keliru. Penderita juga sering merasa cemburu dengan lingkungan sekitar, kerabat, keluarga, hingga pasangan yang berada di dekat orang yang disukainya atau yang dianggap menyukainya.

Apabila kondisi gangguan mental erotomania yang dialami terasa semakin parah dan membahayakan, segera lakukan konsultasi atau terapi kepada ahlinya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular