Hi!Sintang – Putusnya jembatan gantung di Desa Bangun Kecamatan Sepauk sangat berpengaruh pada mobilisasi masyarakat. Camat Sepauk, Inu, mengungkapkan bahwa akibat jembatan tersebut putus puluhan desa terancam terisolir.
“Putusnya jembatan Desa Bangun ini memutus akses ke 40 desa lain,” ungkap Inu pada wartawan di sela menghadiri pembukaan Pekan Gawai Dayak Sintang, Kamis, 7 Juli 2023.
Baca Juga
Jembatan Gantung di Sintang Putus: 4 Motor Jatuh ke Sungai
Sempat Diperbaiki, Jembatan Gantung di Desa Bangun Putus Lagi
Ia mengatakan, keberadaan jembatan gantung di Desa Bangun keberadaan sangat vital bagi masyarakat. Makanya ketika jembatan itu putus, aktivitas masyarakat sangat-sangat terganggu.
“Memang masih ada jalan alternatif. Yakni melalui jalan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Namun jalan ini harus memutar dan jarak tempuh jadi lebih lama,” ungkapnya.

Dikatakan Inu, pihaknya dari pemerintah kecamatan sudah beberapa kali mengusulkan agar jembatan di Desa Bangun dibangun permanen atau dibangun dengan konstruksi rangka baja. Namun karena keterbatasan anggaran, seperti inilah kondisi jembatan tersebut saat ini.
“Mengapa jembatan ini sangat vital, karena lewat fasilitas inilah ke mana-mana lebih dekat. Selain itu di Desa Bangun ada SD, TK, untuk menuju ke sana memang lewat jembatan itu karena lebih dekat. Makanya robohnya jembatan sangat dikeluhkan masyarakat,” jelasnya.




