Saturday, October 31, 2026
spot_img

Ria Norsan Ajak Warga Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup dan Jaga Lingkungan

Pontianak Today – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid Mujahidin, Kabupaten Bengkayang, Jumat, 30 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur, menjaga kelestarian alam, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Mengawali kultumnya, Gubernur mengingatkan bahwa berbagai kondisi alam, baik hujan maupun panas, merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT yang patut disikapi dengan rasa syukur dan keikhlasan.

“Segala bentuk cuaca, baik hujan maupun panas, merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT. Karena itu, kita harus menerimanya dengan ikhlas dan senantiasa bersyukur,” ujar Ria Norsan.

Ia juga mengajak jemaah untuk memahami dan merenungkan kandungan Al-Qur’an, khususnya Surah Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia. Ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia menyadari dampak perbuatannya dan kembali ke jalan yang benar.

Menurutnya, pesan tersebut relevan dengan berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi saat ini, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur turut menyampaikan perkembangan penanganan karhutla di sejumlah wilayah. Ia menyebutkan masih terdapat titik api di Kabupaten Ketapang, khususnya Kecamatan Kendawangan, berdasarkan pemantauan yang dilakukannya pada malam sebelumnya.

“Tadi malam saya masih mengecek, masih ada sedikit titik api, terutama di Kabupaten Ketapang, tepatnya di Kendawangan. Namun, di beberapa wilayah kondisi sudah berangsur membaik dan mendekati angka nol. Ini berkat kerja sama dan kesadaran bersama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat,” ungkapnya.

Selain membahas kepedulian terhadap lingkungan, Gubernur juga menyampaikan keteladanan Luqmanul Hakim dalam mendidik anak sebagaimana diabadikan dalam Surah Luqman. Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memberikan nasihat, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta membentuk karakter anak sejak dini.

Untuk memperkuat pesannya, Gubernur mengisahkan perumpamaan Luqmanul Hakim dan anaknya yang berjalan bersama seekor keledai. Kisah tersebut menggambarkan beragam penilaian masyarakat terhadap tindakan seseorang, sekaligus mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi pandangan orang lain.

“Inti pelajaran tersebut adalah pentingnya menjaga kebersihan hati. Hati yang bersih dan senantiasa bersyukur kepada Allah SWT akan menuntun seseorang pada jalan kebaikan dan keselamatan, sementara hati yang kotor dapat menjerumuskan pada keburukan,” tuturnya.

Menutup kegiatan, Gubernur menyerahkan bantuan untuk mendukung kebutuhan dan operasional Masjid Mujahidin Kabupaten Bengkayang. Bantuan tersebut berupa 25 mushaf Al-Qur’an, 25 mukena, 150 sarung, serta uang tunai sebesar Rp20 juta.

Kegiatan kultum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Barat dalam agenda Gema Membangun Desa di Kabupaten Bengkayang.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular