Wednesday, October 14, 2026
spot_img

Krisantus Minta Santri Kuasai Ilmu Agama, Teknologi dan Bahasa Asing

Pontianak Today – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., mendorong para santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui penguasaan ilmu agama, pengetahuan umum, teknologi, dan bahasa asing guna menjadi generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak Haul Akbar dan Haflatul Ikhtibar di Pondok Pesantren Darul Qur’an Wal Lughoh (Ponpes Nurussyamsi Wal Qomar), Sungai Malaya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu, 11 Oktober 2026. Pada kesempatan itu, Wagub juga menyerahkan sertifikat kelulusan dan mengikuti prosesi wisuda santri, di antaranya Program I’lan Amrithi.

Dalam sambutannya, Krisantus menegaskan bahwa pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, disiplin, dan memiliki kesiapan untuk berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.

Ia berpesan agar para santri tidak membatasi cita-cita hanya pada satu profesi, tetapi terus mempersiapkan diri dengan ilmu dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Saya berharap para santri rajin belajar, rajin beribadah, memperdalam ilmu agama, dan menguasai ilmu pengetahuan umum. Menjadi santri tidak berarti harus menjadi kiai. Kalian harus siap menjalankan tugas apa pun yang kelak dipercayakan,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan tidak dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, kesempatan menempuh pendidikan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai bekal untuk meraih berbagai peluang dan tanggung jawab di masa mendatang.

“Rencana Allah SWT adalah misteri. Kita tidak tahu 10 atau 20 tahun ke depan akan menjadi apa. Jangan pernah berhenti mempersiapkan diri,” tuturnya.

Krisantus juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris dan Arab untuk memperluas wawasan, mengakses ilmu pengetahuan, serta membangun komunikasi di tingkat nasional maupun internasional.

Ia turut mengingatkan para santri agar memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Telepon genggam dan media digital, menurutnya, harus menjadi sarana untuk belajar, membaca Al-Qur’an, dan memperluas pengetahuan, bukan justru menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak produktif.

“Manfaatkan HP untuk belajar. Jangan sampai waktu habis hanya untuk main game,” tegasnya.

Selain kompetensi, Wagub menilai karakter, sikap toleran, dan semangat persatuan merupakan bekal penting bagi generasi muda Kalimantan Barat yang tumbuh dalam keberagaman suku, agama, dan budaya.

“Kalbar adalah rumah bersama. Jangan ada yang merasa lebih berhak karena suku dan agama. Siapa pun yang hidup dan mengabdi di Kalbar adalah bagian dari masyarakat Kalbar,” ujarnya.

Ia mengajak para santri mengamalkan ajaran agama melalui perilaku yang baik, menghormati sesama, serta menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepada generasi muda, Krisantus juga berpesan agar bijak menggunakan media sosial dengan memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya serta menyampaikan kritik dan saran berdasarkan fakta dengan bahasa yang santun.

Pada kesempatan tersebut, ia turut mendorong dunia usaha agar menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) secara nyata sehingga manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya.

Di akhir sambutan, Krisantus berharap Ponpes Darul Qur’an Wal Lughoh terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Selamat atas Haul Akbar dan Haflatul Ikhtibar. Semoga para santri semakin rajin belajar dan kelak bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan Kalbar,” tutupnya. (Wnd)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular