Friday, May 15, 2026
spot_img

Wagub Krisantus Dorong Percepatan Akses dan Operasional Pelabuhan Kijing

Pontianak Today – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya percepatan operasional penuh Terminal Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan memperlancar distribusi logistik di Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Krisantus menyoroti masih besarnya potensi ekonomi daerah yang belum optimal akibat aktivitas pelabuhan yang belum berjalan maksimal. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada hilangnya potensi fiskal Kalbar karena pencatatan hasil sumber daya alam justru dilakukan di luar daerah.

“Kita sudah rugi banyak. Pencatatan hasil alam justru terjadi di daerah lain seperti Jakarta, padahal sumber daya berasal dari Kalbar. Saya tidak terlalu mempersoalkan status jalannya, yang penting akses segera dibuka,” tegasnya.

Ia mendesak pemerintah pusat untuk segera membuka akses menuju Pelabuhan Kijing, baik melalui pembangunan jalan tol maupun jalur alternatif lain guna memperlancar arus logistik dan mengurangi hambatan distribusi barang.

Menurut Krisantus, operasional penuh pelabuhan perlu segera dilakukan agar aktivitas ekonomi dapat bergerak lebih cepat. Ia bahkan menilai potensi kemacetan di kawasan pelabuhan justru menjadi tanda meningkatnya aktivitas ekonomi daerah.

“Kalau nanti macet, itu justru yang kita cari. Artinya ekonomi bergerak dan pusat akan terdorong untuk segera bertindak,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar keberadaan Pelabuhan Dwikora tetap diperhatikan. Kondisi Muara Kapuas yang mengalami pendangkalan dinilai berpotensi mengganggu distribusi kebutuhan penting seperti bahan bakar minyak dan oksigen medis.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membuka peluang kerja sama dengan investor untuk mendukung pengerukan alur sungai demi menjaga kelancaran distribusi logistik.

Selain sektor infrastruktur, Krisantus juga mendorong keterlibatan Bank Kalbar dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Pelabuhan Kijing. Menurutnya, kehadiran bank daerah penting untuk menjaga perputaran ekonomi tetap berada di Kalbar sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Sementara itu, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak, Yanto, menegaskan komitmen Pelindo dalam mempercepat operasional penuh Terminal Kijing sebagai pusat logistik strategis yang modern dan terintegrasi.

“Pelabuhan Kijing bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan Kalbar. Kita ingin arus barang lebih cepat, efisien, dan kompetitif,” jelasnya.

Ia mengatakan pengembangan Pelabuhan Kijing memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari konektivitas jalan, kesiapan kawasan industri hingga penerapan sistem digitalisasi layanan pelabuhan. Menurutnya, integrasi tersebut penting untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekspor daerah.

Pelindo juga telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan infrastruktur di kawasan pelabuhan, di antaranya penambahan dermaga curah cair untuk mendukung distribusi CPO, pembangunan sistem conveyor terintegrasi, hingga optimalisasi jaringan pipa guna meningkatkan efisiensi logistik.

Dalam kajian yang dipaparkan, sekitar 75 persen biaya logistik masih berada pada sektor transportasi darat. Karena itu, integrasi antara kawasan industri dan pelabuhan dinilai menjadi faktor utama dalam meningkatkan efisiensi distribusi barang, dengan mengacu pada pengelolaan pelabuhan modern dunia seperti Port of Rotterdam, Jurong Island, dan Port of Busan.

Selain itu, pembangunan akses jalan tol menuju Pelabuhan Kijing juga dinilai semakin mendesak guna mengantisipasi bottleneck atau kepadatan arus kendaraan logistik seiring meningkatnya aktivitas pelabuhan.

Forum Group Discussion (FGD) tersebut kemudian ditutup dengan penyusunan Minutes of Meeting (MoM) sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder, dan pelaku industri untuk mempercepat pengembangan kawasan Pelabuhan Kijing.

Dengan rencana pengembangan kawasan industri, termasuk pembangunan dua smelter tambahan oleh MIND ID, Terminal Internasional Kijing diproyeksikan menjadi pusat logistik paling efisien di koridor ekonomi Kalimantan.

Penulis: Rabiansyah

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular