Pontianak Today – Sebuah video yang menampilkan sekelompok mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah bernyanyi dan berdansa menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Video tersebut menampilkan lagu berjudul “Erika” yang disebut dibuat oleh Orkes Semi Dangdut Himpunan Mahasiswa Tambang ITB pada tahun 2020.
Kontroversi muncul karena lirik dalam lagu tersebut dinilai mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan. Sejumlah warganet menilai liriknya vulgar, tidak senonoh, serta mengobjektifikasi perempuan melalui penggambaran karakter “Erika” dalam lagu tersebut.
Kasus ini mencuat tidak lama setelah publik dihebohkan oleh insiden lain yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum dari Universitas Indonesia (UI), yang diduga melakukan pelecehan terhadap perempuan dalam percakapan grup chat. Kedua peristiwa ini memicu diskusi luas mengenai budaya seksisme dan perilaku tidak pantas di lingkungan kampus.
Sejumlah pihak, termasuk aktivis dan pemerhati isu gender, mengecam keras konten lagu tersebut. Mereka menilai bahwa karya seperti ini tidak hanya mencerminkan kurangnya sensitivitas, tetapi juga berpotensi melanggengkan budaya pelecehan verbal terhadap perempuan.
Di sisi lain, belum ada pernyataan resmi dari pihak ITB maupun himpunan mahasiswa terkait video dan lagu yang beredar tersebut. Publik kini menunggu klarifikasi sekaligus langkah konkret dari pihak kampus dalam menyikapi kontroversi ini.




