Friday, April 17, 2026
spot_img

Safari Ramadan di Sambas, Wagub Krisantus Dorong Harmoni dan Silaturahmi Antarwarga

Pontianak Today – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sambas melanjutkan rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Nurul Hidayah, Desa Sempadian, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas, Rabu, 4 Maret 2026. Kegiatan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dan Bupati Sambas, Satono, serta diikuti oleh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Krisantus menekankan pentingnya toleransi antar-suku dan keberagaman di Kalbar yang terdiri dari 24 suku. Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya tidak seharusnya menjadi sumber pertentangan karena semua masyarakat berasal dari keturunan yang sama.

“Di setiap kesempatan, saya selalu menyampaikan, tidak ada lagi kalimat: asli dan tidak asli, pendatang atau non-pendatang, keturunan atau non-keturunan. Kita semua keturunan Adam dan Hawa yang lahir dengan beragam suku, agama, dan budaya. Jangan perbedaan itu dijadikan konflik,” ujar Krisantus.

Wakil Gubernur juga mengingatkan masyarakat untuk terus memelihara silaturahmi dan menjaga hubungan baik antarwarga dari berbagai latar belakang. Menurutnya, sikap ini penting tidak hanya di Sambas, tetapi di seluruh Kalimantan Barat agar tercipta rasa saling menghargai dan memiliki.

Sementara itu, Bupati Sambas, Satono, menyoroti potensi pertanian daerah yang sangat besar. Pada tahun 2025, Kabupaten Sambas mencatat hasil panen padi sebanyak 205.000 ton gabah, sementara kebutuhan konsumsi hanya sekitar 105.000 ton, sehingga tercatat surplus gabah sekitar 100.000 ton. Jika 63 persen gabah tersebut diolah menjadi beras, maka surplus beras mencapai sekitar 63.000 ton, menjadikan Sambas sebagai salah satu daerah potensial pemasok beras terbesar di Kalbar.

Satono menyampaikan apresiasi kepada para petani dan peladang atas kerja keras mereka, sekaligus mendoakan agar hasil panen selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang bekerja sebagai petani dan peladang, insyaAllah orang yang menanam padi selalu mendapat berkah dari Allah SWT,” pesan Satono.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalbar dalam mempererat silaturahmi, meningkatkan kesadaran akan toleransi, serta menyoroti potensi ekonomi dan ketahanan pangan daerah.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular