Pontianak Today – Sebuah video yang dibagikan akun Instagram @_thinksmart.id menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat seorang guru menerapkan metode mengajar yang tak biasa: menuliskan materi di papan tulis dengan gaya “hemat tinta”, yakni satu kata cukup diwakili satu huruf.
Sebagai contoh, kata “simbol” hanya ditulis dengan huruf “s”. Bagi yang tidak terbiasa, cara ini tentu membingungkan. Namun di situlah letak tantangannya. Para murid dituntut untuk benar-benar menyimak penjelasan guru agar tidak kehilangan konteks dari setiap huruf yang ditulis.
Video itu diunggah oleh salah seorang murid dengan keterangan bernada jenaka, “Merem dikit auto ketinggalan banyak.” Ungkapan tersebut menggambarkan betapa metode itu menuntut konsentrasi penuh. Sedikit saja lengah, siswa bisa tertinggal dan kesulitan memahami alur pelajaran.
Unggahan tersebut pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Ada yang menganggapnya lucu dan kreatif, ada pula yang menilai cara tersebut efektif untuk melatih fokus serta daya ingat. Sistem ini seolah memaksa siswa berpikir aktif, menafsirkan singkatan, dan menghubungkannya dengan penjelasan yang disampaikan secara lisan.
Di tengah era digital saat perhatian mudah terpecah oleh notifikasi dan layar gawai, metode tersebut dinilai sebagai pengingat bahwa proses belajar membutuhkan kesungguhan. Ilmu tidak selalu bisa diterima secara instan, melainkan perlu ketelitian dan kesabaran.
Terlepas dari pro dan kontra, cara unik sang guru menjadi bukti bahwa kreativitas dalam mengajar dapat hadir dalam berbagai bentuk. Dari satu huruf sederhana di papan tulis, terselip pesan penting tentang arti fokus, ketekunan, dan usaha dalam memahami pelajaran.




