Thursday, April 30, 2026
spot_img

Dramatis! Damkar Semarang Evakuasi Remaja Berbobot 110 Kg yang Nyemplung ke Sumur Selama 7 Jam

Pontianak Today – Peristiwa dramatis terjadi di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, saat seorang remaja laki-laki harus dievakuasi petugas pemadam kebakaran (Damkar) setelah masuk ke dalam sumur dengan kedalaman belasan meter. Proses penyelamatan berlangsung menegangkan selama kurang lebih 7 jam. Remaja itu masuk ke dalam sumur karena menolak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Sekretaris Dinas Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, menjelaskan sumur yang dimasuki memiliki kedalaman sekitar 16 meter, dengan posisi remaja itu berada sekitar 6 meter dari bibir sumur. Ketinggian air di dalam sumur sendiri mencapai kurang lebih 10 meter dari dasar.

Selama berjam-jam, remaja itu bertahan dengan cara menahan bobot tubuhnya menggunakan dorongan kaki dan punggung ke dinding sumur. Kondisi sumur yang sempit, berdiameter sekitar 80 sentimeter, serta kondisi fisiknya yang memiliki berat badan sekitar 110 kilogram, membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit.

Petugas Damkar sempat melakukan berbagai upaya, mulai dari mediasi, komunikasi persuasif, hingga rencana pembiusan. Namun, opsi pembiusan dinilai berisiko tinggi mengingat posisi korban dan kondisi sumur yang terbatas. Dari pengamatan petugas, kondisi mentalnya mulai melemah, namun ia tetap enggan dilepaskan dari pegangan darurat berupa pelampung dari pelepah pisang yang sempat diberikan.

“Dari sikapnya, kami sadar bahwa ia harus merasa dirinya hebat dan seolah-olah bisa naik sendiri tanpa bantuan orang lain,” ujar Ade Bhakti dikutip dari akun instagram pribadinya @adebhakti, Rabu, 28 Januari 2026.

Akhirnya, petugas mengambil langkah ekstrem dengan menghitung volume air dari permukaan air hingga bibir sumur, yakni sekitar 6 buis beton dengan volume kurang lebih 4.000 liter, serta memperhitungkan daya serap tanah. Dua unit mobil Damkar kemudian mengisi sumur dengan total sekitar 7.000 liter air.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Perlahan, permukaan air naik dan secara naluriah remaja tersebut mengikuti kenaikan air sambil mempertahankan kepalanya tetap berada di atas permukaan. Hingga akhirnya, korban berhasil dievakuasi dengan selamat.

“Alhamdulillah, proses berjalan lancar. Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak,” tukasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular