Thursday, February 22, 2024
spot_img

Warga Pontianak yang Tinggalkan Sampah di Taman Kota Bakalan Didenda

Hi!Pontianak – Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono prihatin dengan masih banyaknya pengunjung yang meninggal sampah bekas sisa makanan di taman-taman. Seperti di Taman Sepeda Untan terutama saat akhir pekan menyisakan hamparan sampah-sampah yang berserakan di lapangan.

Padahal keberadaan taman-taman di Kota Pontianak ditujukan sebagai ruang interaksi masyarakat, sekaligus ruang terbuka hijau dan sarana rekreasi keluarga.

“Saya akan membentuk tim sosialisasi kepada mereka agar tertib menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan serta etika,” ujarnya, Selasa, 12 Juli 2022.

Baca Juga
57 Jenis Burung Berkicau Dilindungi Masih Dijual Secara Online di Kalbar
Pemkot Pontianak Terima Dua Penghargaan dari BKN dan Kemendagri
Bapenda Kalbar Terima Penghargaan dari Mendiang Menteri Tjahjo Kumolo

Apabila masih ada yang melanggar setelah dilakukan sosialisasi dan pengumuman disampaikan kepada para pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan, Edi mengatakan maka akan dilakukan tindakan represif seperti denda.

“Misalnya dengan denda, tipiring dan seterusnya sesuai dengan perda ketertiban umum,” tegasnya.

Edi bilang, semestinya dengan disediakan bak sampah di sana, mereka (pengunjung taman) harusnya membuang sampah sisa makanan atau minuman pada tempat sampah. Meskipun pengunjung berdalih tempat sampah yang ada penuh, namun bukan berarti mereka membiarkan sampah itu berserakan.

“Harusnya tetap dibuang ke tempat sampah sehingga petugas mudah mengangkutnya dan kita tidak terlihat sampah berserakan di mana-mana,” ungkapnya.

Taman Arboretum Untan Pontianak. Foto : DOK. Istimewa

Keberadaan taman-taman itu awalnya merupakan bagian dari penataan ruang terbuka hijau untuk menghapus kesan kumuh. Seiring dengan adanya penataan taman-taman itu, pengunjung pun mulai banyak berdatangan sehingga bermunculan pedagang kaki lima terutama berjualan kuliner. Kemudian pengunjung membeli jajanan yang dijual di sekitar area taman dan dibawa ke taman sehingga menimbulkan adanya sampah.

“Kalau sudah begitu, sampah yang berserakan bukan malah membuat taman semakin rapi tetapi malah kumuh,” imbuh Edi.

Pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kapasitas tempat sampah yang ada di lokasi itu. Apabila diperlukan, maka akan ditambah lagi tempat sampah. Namun menurutnya, sebesar apa pun tempat sampah yang disediakan, apabila perilaku membuang sampah sembarangan masih saja dilakukan, maka taman akan terlihat kumuh.

“Yang paling penting kesadaran pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular