Sunday, June 23, 2024
spot_img

Wakil Wali Kota Pontianak Kena Serangan Jantung, Ini 4 Tes Jantung yang Perlu Dilakukan Sejak Dini

Hi!Pontianak – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, kena serangan jantung dan sempat dilarikan ke rumah sakit, pada Minggu lalu, 5 Juni 2022. Kini kondisi Bahasan diketahui sudah mulai membaik.

Serangan jantung merupakan penyakit pembunuh nomor satu di dunia. Penderita penyakit ini biasanya enggan memeriksa ke dokter karena menganggap gejala yang ditimbulkan hanya sakit biasa dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Padahal, dokter dapat memperkirakan gejala penyakit jantung lewat serangkaian uji klinis. Dengan mendeteksi sejak awal penyakit jantung, penderitanya dapat melakukan pencegahan sehingga terhindar dari risiko meninggal dunia.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut sejumlah uji klinis yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit jantung:

  1. Elektrokardiogram (EKG)

Tes ini bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik yang memiliki mesin pendeteksi impuls listrik atau yang dikenal dengan elektrokardiogram atau EKG. Umumnya, tes ini hanya berlangsung 5 hingga 8 menit. Dokter akan menempelkan elektrode berbahan plastik di dada dan lengan sebanyak 10-8 buah.

Melalui alat ini, dokter dapat mengukur aktivitas kelistrikan pada jantung yang nantinya dapat digunakan sebagai penunjang diagnosis. Meski demikian, tes ini tidak menyebabkan rasa sakit dan dapat dilakukan oleh perawat.

  1. Pemeriksaan Darah

Deteksi dini penyakit jantung juga dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan darah pasien. Jika darah menunjukkan kadar total kolesterol di atas 200mg/dl serta low denisty lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat di atas 130 mg/dl, maka dokter dapat menggunakannya sebagai analisis risiko kardiovaskular atau penyakit jantung.

ilustrasi medical check-up Foto : Pexels
  1. CT Scan Jantung

Tes Computed Tomography (CT) Scan dilakukan dengan menggunakan dosis tinggi sinar X untuk menampilkan gambar rinci jantung serta pembuluh darah koroner. Lewat CT Scan, dokter dapat dapat mencari deposit kalsium di arteri jantung yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

  1. Echocardiogram

Tes echocardiogram dilakukan untuk melihat gambar bergerak dari USG jantung. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk menguji kemampuan jantung memompa darah keluar dan melihat apakah jantung memiliki masalah struktural.

Setelah kamu melakukan tes klinis untuk mendeteksi penyakit jantung, kamu juga perlu untuk melakukan pencegahan dan senantiasa menjaga kesehatan jantung. Caranya bisa dimulai dari berolahraga rutin, melakukan gaya hidup sehat hingga berhenti merokok. Kamu juga perlu menjaga pola makan. Hindari makan makan berkolesterol tinggi. Sebab, kadar kolesterol yang tinggi bisa menghambat aliran darah ke jantung.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular