Tuesday, February 17, 2026
spot_img

VENA FESTIA Satukan Harmoni Cidayu di Pontianak

Pontianak Today – Mahasiswa Antropologi Sosial FISIP Universitas Tanjungpura menghadirkan festival budaya penuh warna melalui VENA FESTIA (Visual Ethnography of Social Anthropology), dalam rangka memperingati Milad ke-12 Antropologi Sosial. Mengusung tema Cultural Fest: CIDAYU (China, Dayak, Melayu), acara ini menjadi ruang ekspresi kreatif anak muda yang merayakan keberagaman budaya Kalimantan Barat.

Diselenggarakan di Cafe Tumbuh, belakang Masjid Raya Mujahidin Pontianak, VENA FESTIA terbuka untuk umum dan berhasil menarik ratusan pengunjung, dengan sekitar 245 tiket terjual. Festival ini menghadirkan perpaduan seni visual, tari, film, teater, hingga musik dalam satu rangkaian acara yang dinamis dan interaktif.

Pengunjung yang datang disambut dengan pameran visual etnografi berupa lukisan dan fotografi bertema CIDAYU. Pameran ini semakin hidup dengan kehadiran display benda-benda budaya seperti kain songket Melayu, kipas dan ornamen khas Tionghoa, serta topeng Dayak yang menjadi simbol identitas dan kearifan lokal. Ruang pameran dikemas secara estetik dan terbuka, menciptakan pengalaman yang tidak hanya visual, tetapi juga reflektif.

Semangat lintas budaya kemudian terasa melalui pertunjukan tari, mulai dari Tari Dayak Nugal, Tari Melayu Tajuk Rindu, hingga tarian Cina modern. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah tarian kolosal CIDAYU yang mempertemukan unsur China, Dayak, dan Melayu dalam satu panggung harmoni.

Festival ini juga menghadirkan mini screening film berjudul Kode Leluhur, Mandau, dan Altar Sang Dewi, yang dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama dalam format after screening. Diskusi ini menjadi ruang dialog bagi generasi muda untuk membahas makna identitas, tradisi, dan keberlanjutan budaya.

Menjelang akhir acara, pementasan teater berjudul Jubata Ngarea menghadirkan nuansa reflektif dengan mengangkat nilai spiritualitas dan budaya lokal. Suasana festival kemudian ditutup dengan penampilan musik dari band FISIP Untan angkatan 2022 “Bisakah Ngeband?” serta band Pontianak “LAS” Pontianak yang semakin menyemarakkan atmosfer kebersamaan.

Melalui VENA FESTIA, mahasiswa Antropologi Sosial menunjukkan bahwa budaya tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi juga dapat dirayakan secara kreatif dan relevan oleh generasi muda. Festival ini menjadi bukti bahwa harmoni China, Dayak, dan Melayu tetap hidup dan terus tumbuh di tangan anak muda Pontianak.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular