Sunday, June 23, 2024
spot_img

Suspek Ginjal Akut Pertama di Kalbar, Anak Usia 8 Tahun Asal Singkawang

Hi!Pontianak – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Hary Agung, mengungkapkan terdapat satu anak yang diduga atau suspek gangguan gagal ginjal akut, pada Kamis, 27 Oktober 2022.

Anak tersebut merupakan warga Kota Singkawang, yang sebelumnya dirawat di RS Swasta di Singkawang. Karena tak ada perubahan, anak tersebut langsung dirujuk ke RSUD Soedarso Pontianak.

“Terkait meningkatnya kasus gagal ginjal akut, kami laporkan ada dugaan kasus yang disebut dengan gangguan ginjal akut, tapi ini masih dugaan, karena kita belum menegakkan diagnosa akhir, pada pasien perempuan usia 8 tahun dari Kota Singkawang. Pasien tersebut masuk ke RSUD Soedarso pada 25 Oktober 2022, rujukan dari RS swasta di Singkawang,” papar Hary.

Saat ini, pasien tersebut masih dilakukan perawatan intensif. Hary memaparkan, sebelumnya anak ini mengalami sakit demam, dan melakukan pengobatan mandiri, namun tak kunjung sembuh, hingga anak tersebut menimbulkan gejala-gejala seperti gangguan ginjal akut.

“Riwayat terakhir ada keluhan demam, mual, muntah akut, lemah, nyeri bagian perut, dan ada penurunan kesadaran, dan berkurangnya frekuensi jumlah air kencingnya. Diagnosa sementara ini gagal ginjal akut, tapi kita belum menegakkan gagal ginjal reguler biasa, atau gagal ginjal akut,” terangnya.

Pada 21 Oktober 2022, anak tersebut dirawat di salah satu RS swasta di Kota Singkawang, karena tak menandakan perbaikan dan mengalami penurunan kesadaran, akhirnya ia dirujuk ke RSUD Soedarso Pontianak.

“Kami tim Dinkes, tim penyelidikan epidemiologi, segera melakukan survelent, dengan mengumpulkan data-data dari orang tua pasien, dan data perkembangan pasien selama dirawat di RSUD Soedarso. Kita juga bekerja sama dengan teman-teman di Singkawang, untuk mendapatkan data-data tambahan, untuk penegakan diagnosa,” ungkapnya.

Pihaknya telah mengambil sampel darah yang nantinya akan dikirim ke Laboratorium Kemenkes. Selain itu, pihaknya juga mengumpulkan obat-obatan yang digunakan anak tersebut saat dirawat di rumah secara mandiri.

“Ada obat sirop yang digunakan. Obat-obatan sirop yang digunakan, dan ini sedang dipastikan, apakah obat-obatan itu masuk kelompok 4 (golongan ED dan DG) itu. Akan dipastikan, apakah dia mengkonsumsi salah satu obat itu. Ini masih dalam proses, karena ini obat-obat yang digunakan sebelum masuk RS itu. Yang jelas ada obat sirop yang dia minum,” tukasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular