Tuesday, April 23, 2024
spot_img

PLN Gandeng Mitsubishi Uji Coba Co-Firing pada Pembangkit Listrik

Hi!Pontianak – PT PLN (Persero) menggandeng Mitsubishi Heavy Industries (MHI) untuk melakukan uji coba pemanfaatan amonia sebagai bahan bakar pengganti batu bara (co-firing) di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pemanfaatan hidrogen sebagai pengganti natural gas (co-firing) di pembangkit listrik tenaga uap dan gas (PLTGU) yang dikelola PLN Grup.

Kerja sama ini ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN dan MHI pada sela acara Energy Transition Day di Nusa Dua, Bali, Selasa, 1 November 2022.

“Kolaborasi ini dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat transisi energi di Indonesia dengan meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) dan menekan emisi karbon di sektor kelistrikan,” ujar Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto, dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 November 2022.

Baca Juga

PLN Pamerkan 2 PLTS dan 33 PV Rooftop Jelang KTT G20 di Bali

Kendaraan Listrik Mampu Kurangi Emisi Karbon, PLN Terus Kembangkan Ekosistemnya

Ini Lokasi SPKLU Pertama di Singkawang yang Baru Diresmikan PLN

Wiluyo menjelaskan, melalui kesepakatan ini PLN dan MHI akan melakukan studi kelayakan bersama ( joint feasibility study) High Ratio Biomass Co-firing Scale Up untuk PLTU Suralaya unit 1-4, Co-firing Amonia (NH3) untuk PLTU Suralaya unit 5-7 dan Co-firing Hidrogen (H2) untuk armada M701F di Tanjung Priok yang dikelola oleh PT PLN Indonesia Power, subholding PLN di bidang pembangkitan.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN dan MHI. Foto: Dok. PLN
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN dan MHI. Foto: Dok. PLN

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan akan ada kajian mendalam terkait peningkatan co-firing biomassa dan implementasi co-firing ammonia untuk PLTU serta co-firing hidrogen untuk turbin gas M701F yang dikelola PLN Indonesia Power. Selanjutnya, PLN Indonesia Power akan memberikan akses informasi terkait unit yang dijadikan object study (PLTU Suralaya dan PLTGU Priok) dan MHI akan mendukung dalam studi kelayakan teknis dan keeekonomian implementasinya.

“Untuk pelaksanaan potensi kerja sama dalam studi kelayakan ini, selanjutnya akan dibahas serta disepakati dalam bentuk perjanjian terpisah atau nota kesepahaman tentang kondisi rinci lebih lanjut,” jelasnya.

Dia pun menyebut hal ini akan menjadi babak baru dalam pemanfaatan beragam sumber energi dalam pembangkitan PLN. Bila ini berhasil, maka akan berdampak signifikan terhadap pengurangan emisi karbon dari PLTU yang dimiliki PLN.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Mitsubishi atas dukungannya kepada PLN dalam upaya mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan bersih ini,” pungkas Wiluyo.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular