Friday, June 21, 2024
spot_img

Kisah Pria Pulang Liburan Malah Terpapar Covid-19, Cacar Monyet, dan HIV Bersamaan

Hi!Pontianak – Liburan ke luar negeri dengan tujuan bersenang-senang justru berujung apes bagi pria satu ini. Bagaimana tidak, sepulang dari liburan, ia dinyatakan positif Covid-19, cacar monyet, dan HIV secara bersamaan.

Mengutip KumparanNews, peristiwa tersebut dialami seorang pria asal Italia yang baru saja liburan ke Spanyol. Sembilan hari sepulangnya dari liburan, pria berusia 36 tahun tersebut merasakan beberapa gejala, termasuk kelelahan, demam, dan sakit tenggorokan.

Pada 2 Juli lalu, pria yang tak disebutkan namanya itu dinyatakan positif Covid-19. Keesokannya, ruam dikelilingi vesikel kecil yang menyakitkan mulai muncul dan lama-lama menyebar ke seluruh tubuh.

Baca Juga

Cacar Monyet Sudah Masuk Indonesia, ini Cara Mencegahnya Agar Tidak Tertular

Mau Liburan ke Seoul, Ini Syarat Terbaru Masuk ke Korea Selatan

Pada 5 Juli, vesikel telah berada di sekujur tubuh dan berkembang menjadi pustula alias benjolan kecil di kulit berisi nanah. Langsung saja pria itu membawa diri ke rumah sakit di Palermo.

Dari sana, pria itu dites dan ternyata positif terkena cacar monyet. Namun, yang mengejutkan, pasien tersebut juga ternyata dinyatakan positif HIV-1. Menurut dokter, hasil tes menyatakan bahwa infeksi itu masih relatif baru.

Sebelumnya, pria itu sempat dinyatakan negatif HIV pada September tahun lalu. Namun, sayangnya, pria tersebut melakukan hubungan seksual tanpa proteksi ketika liburan ke Spanyol, ditengarai menjadi penyebab kini dirinya HIV.

Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Menurut peneliti, peristiwa itu merupakan kejadian pertama ketika seseorang mengalami cacar monyet, Covid-19, and HIV secara bersamaan. Setelah sembuh dari Covid-19 dan cacar monyet pada 11 Juli, pria itu pulangkan dari rumah sakit untuk lanjut isolasi.

“Kasus ini jadi contoh gejala cacar monyet dan Covid-19 bisa tumpang tindih, dan menguatkan bagaimana dalam kasus koinfeksi, pengumpulan anamnestik, dan kebiasaan seksual penting untuk melakukan diagnosis yang benar,” ujar peneliti University of Catania.

Menurut laporan tersebut, swab orofaringeal cacar monyet masih akan positif setelah 20 hari, menunjukkan bahwa penderita mungkin saja masih bisa menular setelah dipulangkan dari rumah sakit. Karenanya, pasien masih diminta untuk isolasi mandiri.

Baca Juga

75 Persen Pasien Berobat ke RS BMC Kuching dari Indonesia

Pemkot dan Sarawak Dorong Penerbangan Rute Pontianak-Kuching Dibuka Kembali

Meski begitu, mengenai satu-satunya kasus virus cacar monyet, Covid-19, dan HIV secara berbarengan, belum ada cukup bukti yang mendukung bahwa kombinasi ketiganya dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien.

“Mengingat pandemi SARS-CoV-2 saat ini, dan peningkatan kasus cacar monyet setiap hari, sistem perawatan kesehatan harus mewaspadai kemungkinan ini,” ujar dokter rumah sakit

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular