Tuesday, July 16, 2024
spot_img

Kisah Nuni, Gemar Vespa Sejak SD hingga Touring Bawa Keluarga

Hi!Pontianak – Meski terkesan jadul, Vespa klasik memiliki daya pikat yang cukup kuat bagi sebagaian orang. Mereka yang menyukai Vespa ini tidak hanya kaum adam dan berumur saja. Generasi milenial juga banyak kepincut oleh skuter asal Italia itu, seperti Nonitya atau yang biasa disapa Nuni.

Bukan hanya sekedar suka, satu-satunya anggota perempuan dalam Komunitas Vespa Suka-suka ini bahkan mengendarai Vespa klasiknya setiap harinya. Nuni sudah menyukai Vespa sejak sekolah dasar (SD).

“Sukanya sudah dari kelas 6 SD. Sudah kepengen belajar naik Vespa,” ujar Nuni kepada Hi!Pontianak,

Nuni tertarik dengan Vespa lantaran melihat tetangganya memakai kendaraan tersebut. Nuni baru bisa naik Vespa setelah belajar dengan rekan kerjanya.

Kisah Nuni, Gemar Vespa Sejak SD hingga Touring Bawa Keluarga (1)
Nuni bersama anaknya. Foto: Dok. Istimewa

“Sampai sudah kerja penasaran aku masih ada dan masih kuat. Jadi, mulai awal tahun 2016 baru bisa beli dan baru belajar Vespa. Baru pandai dan langsung beli (Vespa). Dari Tanjung Hulu ke Ayani lewati tol, rem blong saking pengennya pakai motor beda sendiri,” kenang Nuni.

Nuni juga menceritakan pengalamannya saat ingin membeli kendaraan tersebut. Nuni sempat diremehkan karena ia seorang perempuan, bahkan sempat ditakut-takuti.

“Salah satu juragan jual beli motor tua meremehkan. Katanya jangan lah pakai Vespa, susah kalau cewek pakai Vespa. Vespa tu sering mogok, ditakut-takutkan, harga Vespa dimahal-mahalkan. Aku bilang tetap mau Vespa,” ucap Nuni.

Kendati demikian, Nuni tetap kukuh dengan pendiriannya untuk memiliki Vespa. Akhirnya, Nuni bisa membeli Vespa Sprint keluaran tahun 1975 dengan harga sekitar Rp 5 juta.

Meski telah berkeluarga dan memiliki seorang anak tak mengurungkan niat Nuni untuk berhenti touring bersama komunitasnya. Bahkan, ia membawa keluarga kecilnya mengikuti touring ke Ketapang.

Kisah Nuni, Gemar Vespa Sejak SD hingga Touring Bawa Keluarga (2)
Nuni bersama Komunitas Vespa Suka-suka beristirahat disela-sela perjalanan touring. Foto: Dok. Istimewa

“Paling jauh kemarin Ketapang, lewat darat. Saya, suami dan anak berusia 1,6 tahun. Itu hitungannya kalau jalan terus satu hari, cuma karena bawa anak berhenti di Sanrai jam 22.00 WIB, paginya baru lanjut lagi sampai ke Ketapang,” ungkap Nuni.

Bahkan, Nuni berencana mengikuti Vespa World Day di Bali tahun depan. Seperti biasa, ia pun akan membawa suami dan buah hatinya.

Mengenai pengalaman, banyak hal yang telah dirasakan oleh Nuni. Baik itu suka maupun duka selama mengendarai Vespa. “Kejadian yang paling parah itu, saat pertama kali touring ke Singkawang kena tabrak mobil saat nama komunitas ini masih Vespa Kuburan. Tapi bagi saya itu rejeki, karena saya kan baru dapat motor itu warna ungu ndak sesuai selera, rencanya mau ngecat tapi kenak tabrak, jadi yang nabrak tanggungjawab diperbaiki motor itu, dicat sesuai selera saya. Terus dukanya itu kalau ban bocor terutama yang di belakang. Itu susah banget bukanya. Apalagi kalau kunci-kuncinya tidak lengkap,” jelas Nuni.

Kisah Nuni, Gemar Vespa Sejak SD hingga Touring Bawa Keluarga (3)
Motor Vespa yang digunakan oleh Nuni. Foto: Dok. Istimewa

Momen-momen seperti ini juga yang menarik buat Nuni. Sebab, pemakai Vespa kenal atau tidak kenal kerap saling bantu. “Kalau orang tahu lihat Vespa mogok, biasanya otomatis mereka berhenti. Kalau yang tidak mengerti, ya mereja jalan saja. Jadi, persaudaraan di Vespa kuat, tidak kenal tetap berhenti,” bebernya.

Nuni menilai, Vespa unik dan anti mainstream. Selain Vespa, Nuni juga menyukai mobil tua hingga musik lawas.

“Kalo sudah ngomongkan kenapa pilih Vespa pasti banyak sekali alasannya kenapa masih bertahan sampai sekarang? Karena selain kendaraan ini keren, memang semua yang menyangkut Vespa betul-betul tiada duanya, seperti orang-orangnya independen, kaya miskin, jelek, bagus, semua saudara,” tuturnya.

“Kesolidaritasan Vespa tidak ada duanya mau ke negara mana pun pasti ada saudara jika bervespa, yang paling saya suka, ketika melakukan perjalanan jauh dengan Vespa seru benget. Kalau mau tahu serusnya boleh punya Vespa satu dan nyobain,” timpal Nuni.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular