Thursday, May 23, 2024
spot_img

Ketika Gen Z di Singkawang Pakai Uang Pribadi untuk Jadi Tatung: Melestarikan Budaya Leluhur

Pontianak Today – Tatung di perayaan Cap Go Meh Kota Singkawang tidak hanya dilakoni oleh para tetua namun kini diteruskan kepada penerima waris dari generasi ke generasi.

Heri Santoso misalnya, pemuda ini turun bersama ratusan tatung lainnya melaksanakan ritual cuci jalan pada perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Sabtu (24/2/24).

“Saya jadi tatung hanya untuk melestarikan budaya leluhur. Saya sudah generasi ketiga,” katanya.

Disapa Aphen, dia merupakan pewaris generasi ketiga yang melanjutkan budaya leluhur menjadi seorang tatung. Aphen mengaku keinginannya menjadi tatung murni untuk melestarikan budaya leluhur meski semula dirinya menolak.

Pemuda berusia 23 tahun ini mengandalkan usaha warung kopinya yang terletak di depan Rumah Sakit Harapan Bersama Singkawang untuk membiayai penampilannya sebagai tatung dalam perayaan Cap Go Meh.

Dari biaya membuat tandu, membuat kostum, serta upah para pengangkut tandu, pemain musik pengiring, dan pemandu Aphen cukup menggunakan biaya sendiri dan bantuan dari orang sekitar.

“Ada bantuan dari saudara, dari teman, sisanya saya menabung,” tambahnya.

Sebetulnya Aphen tak begitu ingin menjadi tatung, namun berkat nasihat dari saudara dan senior Aphen akhirnya ikhlas menjadi tatung demi melanjutkan budaya leluhur.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular