Monday, July 15, 2024
spot_img

Kasus Infeksi Menular Seksual Remaja di Sintang Meningkat, Pemerintah Diminta Bersikap

Hi!Sintang – Sekretaris Komisi C DPRD Sintang, Melkianus, prihatin dengan tingginya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) pada remaja di Bumi Senentang (julukan Kabupaten Sintang). Terlebih kasus IMS tersebut dialami pelajar SMA dan SMP.

“Kita tentu merasa sangat prihatin menyikapi fakta bahwa banyak remaja kita mengalami Infeksi Menular Seksual (IMS). Oleh karena itu kita minta instansi terkait, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan serta seluruh jajaran pemerintah menanggapi secara serius,” kata Melkianus, Senin, 18 Juli 2022.

Baca Juga

Banyak Remaja Sintang Kena Infeksi Menular Seksual, Pemerintah Diminta Bersikap

Wali Kota Pontianak Tawarkan Solusi Kelangkaan BBM di Kalbar

Demi Bisa Naik Mobil Polisi Jepang, Pria asal Indonesia Nekat Lakukan Cara ini

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, bahwa ke depan pihaknya meminta kembali supaya pemerintah melakukan aksi untuk meminimalisir dampak IMS pada pelajar.

“Salah satunya mungkin dengan melakukan razia-razia ketika malam hari ini. Seperti melakukan razia di tempat-tempat yang tidak seharusnya remaja berkumpul dengan batas waktu yang sudah tidak wajar,” ucapnya..

Untuk mengatasi IMS ini juga, kata Melkianus, sangat diperlukan kerja sama semua pihak baik itu kepolisian, Satpol PP dan sebagainya. Supaya kasus IMS pada remaja dapat ditekan.

“Kita juga berharap pada seluruh orang tua agar mengawasi pergaulan anaknya,” ujarnya

Melkianus berpesan kepada orang-orang tua yang berada di kampung dan menitipkan anaknya untuk sekolah di kota, juga harus selalu memantau. Jangan terlalu melepas anak-anak tanpa pengawasan.

“Karena tujuan orang tua menyekolahkan anaknya di kota supaya mereka berhasil dengan pendidikan yang baik, dengan mutu yang baik pula,” ujarnya.

Melkianus kemudian mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang mengambil langkah yang tegas bersama-sama dengan pemerintah daerah. “Kami di DPRD Sintang tentunya akan memberikan dukungan ketika memang diperlukan untuk mengambil langkah tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Sungai Durian, dr. Haryono Linoh kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) pada remaja mengalami peningkatkan pada tahun ini. Peningkatan itu dilihat dari jumlah kunjungan ke Puskesmas Sungai Durian.

“Jumlah IMS pada pelajar SMA dan SMP hampir sama jumlahnya. Begitu juga persentase IMS menurut jenis kelamin, jumlahnya juga sama. Jadi tidak membedakan jenis kelamin. Tidak membedakan tingkat pendidikan, sama. Justru yang dibawah umur ini yang banyak dibandingkan dengan dewasa,” bebernya.

Haryono kemudian mengungkapkan jenis penyakit IMS yang dialami para remaja tersebut. “Jenisnya seperti siphilis, GO dan lainnya,” katanya.

Baca Juga

Jelang Pileg 2024, PAN Targetkan 6 Kursi DPRD Sintang 

Ia mengatakan, untuk menangani IMS, sejak dulu Puskesmas punya poli PKPR atau Pelayanan Kesehatan pada Remaja. “Ada poli khusus untuk remaja. Jadi kalau ada remaja yang punya keluhan penyakit atau punya masalah-masalah pribadi, bisa berkonsultasi di sana. Kami ada petugasnya. Psikolognya kami bisa membantu,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Tanjung Puri, dr. Andar Jimmy Pintabar juga mengungkapkan hal serupa. “Yang konsultasi mengenai IMS ini banyak. Sedangkan yang berobat tidak banyak,” pungkasnya. (Yus)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular