Sunday, June 23, 2024
spot_img

Isra Miraj, Peristiwa Penting Perjalanan Nabi Muhammad SAW

Pontianak Today – Isra Miraj merupakan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan keislaman Nabi Muhammad SAW. Peristiwa penting bagi umat Islam ini diperingati pada setiap 27 Rajab.

Pada peristiwa bersejarah ini, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem hingga naik ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha. Peristiwa Isra Miraj terjadi setelah meninggalnya paman Nabi Muhammad, Abi Thalib dan istrinya, Siti Khadijah.

Isra dan Mi’raj secara sederhana dibagi ke dalam dua peristiwa, yakni Isra dan Mi’raj. Dalam bahasa Arab, Isra berarti perjalanan di malam hari, sedangkan Miraj artinya kenaikan.

Isra dimaknai dengan perjalanan malam hari yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dari Ka’bah (Makkah) menuju Baitul Maqdis (Yerusalem/Madinah). Sementara itu, Mi’raj dimaknai dengan kenaikan, di mana Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW dari Baitul Maqdis melewati langit ketujuh menuju Sidratul Muntaha.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ – ١

Artinya: “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Perjalanan Isra Miraj menjadi peristiwa penting bagi Nabi Muhammad SAW karena beliau mendapatkan perintah untuk menjalankan salat lima waktu dari Allah SWT.

Saat Isra, Nabi Muhammad mengendarai kendaraan hewan Buraq yang digambarkan sebagai kuda putih dengan sayap dan ekor seperti burung merak. Jarak Mekkah dan Yerussalem pada saat itu umumnya ditempuh menggunakan kuda atau unta selama satu bulan, tetapi Nabi Muhammad SAW hanya melakukannya dalam semalam.

Dalam Miraj, sesampainya Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha, beliau mendapatkan perintah salat lima waktu. Diriwayatkan pada awalnya, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menunaikan salat sebanyak 50 waktu dalam sehari. Nabi Muhammad pun diingatkan oleh Nabi Musa bahwa jumlah tersebut terlalu besar sehingga disarankan untuk meminta keringanan.

Sejak peristiwa Isra Miraj ini, umat islam diwajibkan melaksanakan ibadah salat lima waktu dalam sehari.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular