Thursday, July 25, 2024
spot_img

Film Pengabdi Setan Versi Lawas buat Joko Anwar Bermimpi Jadi Sutradara

Hi!Pontianak – Joko Anwar dikenal sebagai salah satu sutradara paling sukses di Tanah Air, Indonesia. Beberapa film garapannya seperti Gundala, Perempuan Tanah Jahanam, hingga terbaru Pengabdi Setan 2, terbilang cukup sukses di pasaran.

Namun, di balik kebesaran Joko Anwar di dunia perfilman siapa sangka ia memiliki kisah haru saat masih kecil. Ia sempat jalan kaki demi untuk nonton film bioskop. Hal tersebut diceritakan Joko Anwar dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya, Kamis, 11 Agustus 2022.

Joko Anwar mengatakan saat usianya menginjak 7 tahun, ia sempat jalan kaki nonton bioskop karena uang yang ia miliki hanya cukup untuk beli karcis. Menariknya, film yang ditonton Joko Anwar saat itu ialah film ‘Pengabdi Setan’ versi lama.

Btw, foto profil saya waktu umur 7 tahun. Beberapa hari setelah nonton Pengabdi Setan di bioskop Remaja Theatre, Simpang Limun, Medan. Jalan kaki sendiri karena duitnya cuman cukup buat beli karcis,” cuit Joko Anwar kenang masa lalunya.

Baca Juga

5 Film Horor Indonesia yang Raih Jutaan Penonton, Mana Paling Seram?

Pengabdi Setan 2: Communion Tembus 1 Juta Penonton di Hari Kedua Penayangan

Mau Nonton Film Horor, Nagita Slavina Bawa Bioskop Kerumah Lengkap dengan Food Court

Joko Anwar pun menyebut, sejak kecil ia sudah memimpikan untuk membuat film sendiri. Hebatnya, kini ia pun berhasil mewujudkan mimpinya tersebut dengan menjadi seorang sutradara.

Saat itu mulai mimpi pengen bikin film. Dan sekarang mimpi itu jadi kenyataan,” sambung Joko Anwar.

Ia mengungkapkan gedung bioskop Remaja Theatre di Simpang Limun Medan merupakan lokasi andalan ia nonton film sejak usia 5 tahun. Saking berkesannya gedung bioskop itu bagi Joko Anwar, ia pun mengabadikannya dalam opening titles film ‘Pengabdi Setan 2’

Bioskop Remaja Theatre di Simpang Limun Medan tempat saya nonton film sejak umur 5 tahun (sering lewat lubang angin juga), saya abadikan di opening titles ‘Pengabdi Setan 2: Communion’. Bioskop dekat halte bus Rini, namanya Remaja Theatre sebagai tanda rasa bersyukur saya,” ungkap Joko Anwar.

Lahir dan besar di Medan, Joko Anwar mengaku memiliki hobi jalan kaki ke bioskop sejak kecil. Hal tersebut dilakukan demi menonton film, karena saat itu belum ada film bajakan.

Saya lahir dan besar di Medan. Rumah saya di Amplas, sekolah saya di Simpang Limun di SD Negeri no. 060823/100. Hobi jalan kaki ke bioskop buat nonton film. Dulu gak ada OTT. Gak ada bajakan online. TV cuman satu channel. TVRI. Kalau udah lagu Rayuan Pulau Kelapa, TV abis,” pungkas Joko Anwar.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -spot_img

Most Popular